17 Juni 2020

SIAP IBADAH LAGI

Sejak tanggal 12 Juni 2010, gereja GKI Kwitang Pos Cililitan yang kini sudah berstatus Bajem sudah mempersiapkan diri untuk kembali menggunakan gedung gereja untuk kegiatan ibadah minggu. Setelah sebelumnya telah ditutup selama kurang lebih tiga bulan lamanya karena pandemi Covid-19. Hal ini tentunya sesuai dengan protokol kesehatan yang digaungkan pemerintah guna pencegah penularan virus corona tersebut. Penyemprotan cairan disinfektan dilakukan untuk yang kedua kalinya dimana yang pertama sudah dilakukan menjelang dimulainya pemberlakukan PSBB di wilayah DKI Jakarta. Kegiatan semprot mencakup seluruh area lingkungan gereja tak terkecuali bagian luar maupun dalam. Dengan demikian kini GKI Kwitang Bajem Cililitan telah siap menjalankan intruksi dari pusat untuk kembali bisa menggunakan gedung gerejanya guna memulai ibadah lagi.

IBADAH KOMISI DEWASA

Komisi Dewasa yang kita kenal selama ini atau disingkat KD telah melakukan kegiatan ibadah setiap bulannya. Kalau tidak ada aral melintang Biasanya dilakukan di hari Sabtu pagi atau sore. Walaupun pesertanya masih tidak terlalu banyak, tapi masih ada semangat di antara yang rajin hadir untuk terus menggalakkan kediatan ibadah KD tersebut agar bisa juga diikuti oleh jemaat yang lain yang belum tergerak hatinya untuk bisa juga bersama-sama datang ke ibadah KD tersebut. Berikut adalah beberapa foto dokumntasi Komisi Dewasa GKI Kwitang Bajem Cililitan yang berhasil dihimpun selama ini. >>>


SEMINAR DAN BEDAH FILM

Di tahun 2019 yang lalu, GKI Kwitang Pos Cililitan telah melaksanakan serangkaian kegiatan yang telah diagendakan sebelumnya. Kegiatan tersebut diantaranya adalah seminar kesehatan yang dilakukan dua kali, dimana salah satunya seminar tentang hidup sehat yang dibawakan oleh dokter Phaidon Lumbantoaruan. Ada juga kegiatan bedah film "War Room" yang diputar terlebih dahulu agar jemaat bisa menyaksikan untuk kemudian dibahas bersama-sama hal positif apa yang bisa dipetik dari kisah film tersebut, tentunya dari sisi kekeristenan. 



7 Agustus 2019

RESTORASI CAGAR BUDAYA GKI KWITANG

   GKI Kwitang yang kita kenal saat ini bermula dari sebuah organisasi penginjilan Chistelijk Gereformeerd Kerk Van Batavia yang dibentuk tahun 1873. Gerakan penginjilan bermula dari sebuah rumah bambu hingga akhirnya berubah menjadi bangunan gereja bergaya gothic yang kita kenal saat ini. Perkembangan gereja bergerak seiring berkembangnya peradaban bangsa ini, dari yang hanya menjadi gereja bagi orang-orang Belanda hingga melayani orang-orang Indonesia.
   Bangunan gereja yang menjadi saksi pertumbuhan iman lintas generasi kini harus berjuang melawan arus waktu. Kerusakan terlihat di bagian eksterior, interior hingga bagian-bagian yang tak terlihat didalamnya. Oleh karena itu, sudah saatnya bagi kita untuk berpartisipasi meremajakan kondisi gereja.
   Selain memperbaiki fungsi bangunan gereja yang telah rusak, restorasi juga harus memperhatikan unsur-unsur historis supaya bentuk asli gereja tetap terjaga sesuai aslinya. Dengan demikian, selain sebagai pusat perkembangan spiritual umat, GKI Kwitang juga sekaligus menjadi suatu cagar budaya yang integral dengan sejarah perkembangan bangsa kita.


Biarlah mereka bersyukur kepada Tuhan karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia.
(Mazmur 107 : 21)

6 Juni 2019

HBD KOREMPA GKI KWITANG POS CILILITAN


   Pada tanggal 2 Juni kemarin komisi remaja dan pemuda (Korempa) GKI Kwitang Pos Cililitan mengadakan ibadah syukur dalam rangka memperingati hari jadinya. Memang sejak dibentuknya korempa Poci untuk pertama kalinya, yang mana itu terjadi kira-kira tiga puluh tahun yang lalu, tidak ada satupun jemaat yang mengetahui kapan tepatnya komisi remaja maupun pemuda berdiri. Sejarahnya itu dibuat sekitar lima tahun yang lalu yang akhirnya ditetapkan sebagai tanggal yang pas untuk korempa Poci berulang tahun. Karena lima tahun yang lalu itu terjadi semacam kevakuman ditubuh korempa yang sempat tidak adanya ibadah kebaktian pemuda maupun remaja dalam waktu yang cukup lama.
   Dahulu kala kebaktian remaja dan pemuda tidak digabung seperti sekarang, mereka terpisah untuk kebaktiannya masing-masing, tapi kemudian seiring berjalannya waktu serta dinamika kehidupan pribadi mereka, satu-persatu akhirnya menghilang. Tinggallah beberapa pemuda dan remaja yang waktu itu masih aktif walau cuma sedikit hingga ibadah kebaktiannya dijadikan satu. Tapi karena ada peralihan generasi dari anak sekolah minggu yang mulai beranjak dewasa yang membutuhkan saluran iman yang tepat, akhirnya komisi remaja Poci yang juga hampir vakum tersebut hidup kembali. Inipun sangat disayangkan juga mengalami hal serupa seperti kakak-kakak mereka yang kini sudah menjadi orang tua tersebut. Kevakuman ini terjadi karena mereka juga telah tumbuh dewasa dengan kesibukkan masing-masing ditambah faktor domisili dan tidak adanya peralihan generasi dari sekolah minggu yang langsung masuk ke dalam tubuh korem waktu itu.
   Maka dengan niat dan tekad yang kuat serta adanya bimbingan serta dukungan dari kakak-kakak pemuda yang tersisa maupun dari penatua, akhirnya komisi remaja GKI Kwitang Pos Cililitan kembali dibentuk dan aktif  lagi sampai sekarang. Kita doakan bersama semoga komisi remaja (Korem) yang namanya baru saja berubah menjadi Korempa tersebut terus eksis karena kini mulai kembali diisi oleh mantan anak anak sekolah minggu yang baru saja beralih ke tingkat pertumbuhan iman yang lebih dewasa. Jadi keanggotaannya sekarang ada remaja dan pemuda yang mana menjadi Korempa Poci, kembali lagi persis seperti tiga puluh tahun yang lalu. Puji Tuhan, Amin



14 Mei 2019

KEBAKTIAN KD DI RUMAH

   Salah satu agenda GKI Kwitang Pos Cililitan salah satunya adalah diadakannya kebaktian komisi dewasa atau disingkat KD yang diadakan setiap bulannya. Acara ini biasanya digelar di tempat biasa menggunakan ruang ibadah gereja. Yang sudah berlangsung selama ini KD berjalan cukup baik dengan peserta atau kehadiran jemaat berkisar 8-15 orang saja, itu pun boleh dibilang hanya diikuti oleh wajah-wajah yang tidak asing lagi alias itu-itu saja mereka yang bisa hadir. Nah kali ini ada wacana untuk mengadakan KD di rumah jemaat setiap tiga bulan sekali. Selain untuk menguatkan iman juga untuk menjalin tali persaudaraan dan rasa kebersamaan diantara jemaat Poci. Tidak disangka, setelah diadakan untuk pertama kalinya di rumah salah satu jemaat, ternyata banyak sekali peserta yang hadir. Ini suatu bukti bahwa tingkat antusias jemaat untuk mengikuti ibadah masih tinggi. Mungkin memang perlu suasana lain untuk bisa memotivasi jemaat hingga mereka bisa saling mengajak satu sama lain lain agar bisa berpartisipasi meramaikan ibadah KD tersebut.
   Ibadah KD di rumah keluarga alm Ibu Lumban kemarin dipimpin oleh Bpk Hans Lekipera dan merupakan ibadah KD dengan peserta terbanyak yang pernah diadakan selama ini (30an orang). Hal tersebut merupakan suatu prestasi keimanan jemaat yang patut disyukuri sekaligus bisa untuk mereview rencana KD kedepannya. Selain melakukan kebaktian dan diskusi Alkitab seperti biasa, KD di rumah kemarin juga diselingi dengan lomba yang diikuti oleh bapak2 dan ibu2 maupun juga anak2, yang pastinya membuat jemaat semakin akrab dan tentunya semua dapat merasakan sukacita bersama dalam melayani Tuhan. Selain untuk menarik minat jemaat, sesi lomba-lomba dibuat karena momennya masih berdekatan dengan perayaan paskah tahun ini.



13 Mei 2019

GEMBALA YANG BAIK

Injil Yohanes mengatakan Yesus adalah gembala yang baik (Ayat 11). Mengapa tidak dikatakan sebagai gembala yang terbaik, karena jika mengacu kepada kata 'terbaik' berarti ada sosok lain sebagai tandingan atau yang menandinginya, sedangkan Yesus Kristus tidak ada yang menandinginya di dunia ini dan dimanapun. Karena Ia adalah Tuhan yang rela menjadi manusia untuk berkarya sekaligus berkorban demi menyelamatkan dunia dari belenggu kuasa dosa dan maut. Karena gembala yang terbaik sesungguhnya adalah Bapa di sorga sang pencipta dunia ini. Jadi segala sesuatunya terjadi atas kehendak Bapa.

Yohanes 10 - 1-42


8 April 2019

IBADAH YANG SEJATI

   Ada jemaat yang karena sesuatu dan lain hal tidak saling omongan dan berusaha untuk menghindar jika bertemu muka atau sekedar berjabat tangan. Bagaimana jadinya jika salah satu diantara mereka yang berseteru itu adalah seorang majelis atau penatua gereja? wah, ini pasti berat bukan. Bisa jadi jemaat yang bukan penatua akan hengkang atau keluar dari keanggotaan gereja alias pindah gereja karena pasti tidak akan mau bersalaman jika pas keluar ibadah gereja. Mungkin jika kita yang mengalaminya adalah manusiawi bila kita juga berusaha untuk mencari cara bagaimana bisa menghindar dari rekan yang bermasalah dengan kita itu.
   Sebenarnya bukan hal itu saja yang menjadi alasan utama untuk seorang jemaat tidak mau ke gereja lagi, pasti dibalik itu ada alasan tersembunyi lainnya yang tidak kita ketahui hingga akhirnya memutuskan untuk keluar dari keanggotaan jemaat. Konflik personal biasanya dijadikan alasan untuk seseorang yang pindah gereja kerena adanya unsur kekecewaan atau emosi sesaat. Ada pula jemaat yang megalami hal serupa, namun untuk menghindari berjabat tangan, jemaat tersebut keluar terlebih dahulu di saat kebaktian ibadah hampir selesai. Mungkin ini dijadikan trik yang ampuh untuk tidak terjadinya pertemuan diantara mereka. Tapi hal teresebut tetap saja tidak boleh dilakukan oleh kita yang mengaku sebagai anak Tuhan. Kerena walau bagaimanapun tidak akan menyelesaikan masalah yang ada, malah beresiko menjadi konflik yang berlarut-larut.
   Salah satu alasan kita untuk datang ke gereja adalah bukan untuk pertemuan jemaat melainkan untuk beribadah, memuji dan memuliakan Dia. Kasih adalah kuncinya, yaitu kasih kepada Allah dan sesama. Kita datang menghadap Tuhan kita yang penuh dengan kekudusan, begitu juga dengan kita tidak boleh ada cacat cela apalagi dendam terhadap sesama. Fokus dalam menyembah Tuhan dan hidup yang berkenan kepada Allah merupakan motivasi yang tepat bagi kita masing-masing dalam setiap bentuk peribadatan kita dan aktifitas kita setiap hari dimanapun kita berada. Dengan demikian apapun yang menjadi batu sandungan pasti tidak akan mempengaruhi semangat kita untuk datang kepada Tuhan dengan hati yang besih dan mengasihi.

ROMA 12 : 1  
Karena itu, saudara-saudara, oleh kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: Itulah ibadahmu yang sejati. 

6 Februari 2019

AMAN PELUKANNYA

DALAM KENANGAN

14 Mei 2018
04 Feb 2019




Untuk segala sesuatu ada waktunya
"Ada waktu untuk lahir dan ada waktu untuk..."

4 Januari 2019

MOMEN NATAL DAN TAHUN BARU POCI 2018 - 2019

   Perayaan Natal GKI Kwitang Pos Cililitan jatuh pada hari Rabu, tanggal 26 Desember 2018. Tidak seperti biasanya, semua pengisi acara tahun ini terfokus pada kidung pujian. Perayaan tersebut berlangsung singkat dengan Tema Natal: "Damai Sejahterah Allah di Bumi Indonesia." yang dipimpin oleh Pdt. Guruh Jatmiko Septavianus, dengan dress code batik atau pakaian adat nusantara. Sedangkan perayaan malam Natal bersama yang biasanya berlangsung di GKI Kwitang pusat, kini diadakan serentak dari berbagai pos dan cabang di Gedung BPPT Jakarta. Adapun untuk perhelatan Tahun Baru Poci masih seperti tahun yang lalu yang diisi dengan kebaktian malam pergantian tahun dipimpin kali ini oleh Pdt. Lusindo Tobing. Tema untuk kebaktian malam Tahun Baru 2019 adalah: "Pertanggungjawaban Hidup Sebagai Titik Awal Melangkah ke Depan."
   Sebelum berlangsungnya rentetan acara Natal dan Tahun Baru, penatua berserta beberapa jemaat serta panitia Natal Poci terlebih dahulu mengadakan kunjungan kasih khusus dalam rangka menyambut Natal ke rumah-rumah jemaat lansia dan jemaat yang sedang sakit.
   Pastinya acara perayaan malam Tahun Baru di GKI Kwitang Pos Cililitan selalu ditunggu dengan antusias oleh segenap jemaat, karena diakhir acara ada banyak door price nya. Ditambah lagi tahun ini disajikan menu spesial bakso gerobak yang diboyong langsung ke dalam halaman gereja Poci, duh ramainya... sedaaap !!!









SELAMAT NATAL 2018 DAN TAHUN BARU 2019

30 Desember 2018

RELUNG NATAL

Salju beku ditepi daun
Putihkan cemara lambat laun
Sapa halimun yang melamun

Dari kejauhan sebuah dusun
Terdengar gema lonceng mengayun
Sejenak membuatku tertegun

Tak terasa sudah di penghujung tahun
Tersurat kisah agung Sang Penenun
Yang merajut dunia bagai sebuah gaun

Kabar gembira mengalir beruntun
Dari gunung sampai ke padang gurun
Bintang Timur jadi pandu menuntun

Suara gita pun mulai mengalun
Ajak kidung klasik tuk melantun
Sorakan pujian Hai Mari Berhimpun

Cahaya sukacita dalam kasih dan santun
Terangi mata hati yang rabun
Agar hidup damai serta rukun


Oleh : MENARA PUISI

16 Desember 2018

JELANG NATAL

Ini adalah foto kaum ibu-ibu Poci yang lagi sibuk mempersiapkan natal. Salah satunya adalah sesi latihan paduan suara untuk acara natal GKI Kwitang Pos Cililitan yang akan digelar pada tanggal 26 Desember 2018 mendatang. Menurut mereka foto tersebut adalah hasil jepretan terbaik moment kebersamaan ibu-ibu poci selama ini.


11 Desember 2018

PERCAYALAH DAN JANGAN TAKUT

   Akhir-akhir ini saya sering mendengar peristiwa bencana yang berhubungan dengan datangnya musim penghujan. Selain musibah banjir dan tanah longsor yang kerap terjadi di negara kita, ada juga kekuatan alam lainnya yaitu angin puyuh atau kini biasa disebut angin puting beliung. Angin puting beliung sangat berbahaya karena bisa dikategorikan sebagai angin tornado seperti yang ada di Amerika jika itensitas atau daya sapunya besar. Untuk negara kita skala kekuatannya masih kecil tidak sedasyat angin tornado yang bisa meluluhlantahkan apa saja yang dilaluinya.
   Saya punya pengalaman iman sehubungan dengan datangnya angin puting beliung sebulan yang lalu. Ketika itu hujan turun rintik-rintik tapi dikejauhan sudah tampak kegelapan awan. Saya berpikir akan hujan lebat. Setelah beberapa saat bukannya hujan yang turun tetapi angin kencang yang datang. Kejadiannya cepat sekali karena angin ribut tersebut lama-kelamaan membesar. Saya khawatir akan terjadi sesuatu yang berbahaya bagi diri saya, rumah dan lingkungan sekitar yang bisa saja menjadi tertimpa bencana karena terjangan angin tersebut. Saya memperhatikan sudah ada suara-suara dari atap rumah tetangga yang mulai bergerak-gerak untuk siap diterbangkan oleh angin itu. Sebagai manusia ada juga rasa takut yang menghantui pikiran saya, sementara dari arah belakang rumah, saya juga mendengar orang-orang mulai memanjatkan doa-doa menurut kepercayaan mereka agar angin berhenti. Karena semakin khawatir, saya pun tak ketinggalan langsung berdoa agar Tuhan memberikan belas kasihan kepada kami semua untuk segera menghentikan angin ribut tersebut. Saya pun berharap Tuhan mendengar permohonan doa saya.
   Tak henti-hentinya saya memanjatkan doa bercampur dengan kengerian akibat terjangan angin puting beliung tersebut. Saya takut bila angin tersebut semakin kencang maka sesuatu yang tidak diinginkan dapat menimpa kami. Kita memang tidak pernah tahu kapan waktunya Tuhan menjawab doa kita, tetapi bila kita yakin akan kuasanya yang kudus maka hal itu tidak menjadi suatu yang mustahil. Ditengah kekhawatiran itulah sambil memanjatkan doa, saya langsung teringat peristiwa ketika Tuhan Yesus yang dapat meredakan angin ribut di tengah perjalanannya menyeberangi danau Gelilea. Dengan kuasaNya yang besar, dikisahkan Yesus dapat merubah seketika angin di danau yang tadinya dapat membinasanya menjadi danau yang teduh sekali (Matius 8 : 23-27). Karena cerita Alkitab tersebut terus melintas dipikiran saya, maka saya pun dengan percaya dan yakin langsung berkata-kata kepada angin itu dengan kalimat berulang-ulang demikian: "hai badai, berhentilah." Tidak lama hanya beberapa menit saja setelah saya berteriak kecil dengan kata-kata itu, angin pun berhenti seketika. Bahkan bukan saja angin yang berhenti, hujan pun tidak jadi turun.
   Sejak kejadian itu saya semakin yakin dan percaya kepada Tuhan yang saya sembah. Yesus akan menolong kita jika tidak ada keraguan di dalam diri kita yang dapat membuat iman percaya kita menjadi kendor atau lemah bahkan hilang ditengah kekhawatiran kita sebagai manusia tanpa adanya kehidupan doa yang merupakan nafas rohani kita sebagai umat pilihan Allah. Saya bersyukur mempunyai Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah yang hebat yang dapat menunjukkan kasihNya yang besar dan nyata kepada kita. HALLELUYAH..... Amin

6 Desember 2018

POHON NATAL DARI KAIN TRADISIONAL

   Sebagai negara yang memiliki kekayaan budaya, sudah sepatutnya kita bangsa Indonesia untuk selalu menjaga dan melestarikannya. Hal ini menjadi penting sekaligus bermakna dimana tahun ini GKI Kwitang mengimbau agar seluruh pos dan cabangnya termasuk Kwitang pusat sendiri untuk membuat pohon natal dari bahan kain tradisional yang berasal dari berbagai daerah. Merupakan suatu kebanggaan bila gereja bisa menghadirkan simbol kebhinekaan maupun keberagaman bangsa yang diwakili oleh pohon natal itu sendiri.
   Unik dan menarik, mungkin itulah yang bisa digambarkan oleh pohon natal yang berhiaskan warna warni kain tradisional dari seluruh suku bangsa yang ada di tanah air. Tak ketinggalan GKI Kwitang Pos Cililitan pun sudah mulai membuatnya walaupun masih setengah jadi. Kain yang digunakan membutuhkan jenis dan warna yang beragam semisal: kain batik, kain tenun, selendang, sarung atau ulos. Semua bahan yang telah terkumpul ditandai dan dicatat agar tidak hilang kemudian nantinya akan dikembalikan lagi kepada jemaat atau pemiliknya jika perayaan natal telah usai.
   Ini merupakan kali yang kedua GKI Kwitang membuat pohon natal dari bahan kain. Karena sebelumnya juga sudah pernah dilakukan beberapa tahun yang lalu. Kali ini untuk menekankan kembali arti atau makna penting dari natal terkait dengan keberagaman bangsa Indonesia sebagai suatu anugerah terindah yang tidak bisa dipungkiri yang juga berasal dari Tuhan serta patut kita syukuri bersama.


19 November 2018

DRAMA NATAL

   Di era milenial ini yang sering kita dengar adalah istilah generasi 'zaman now'. Sebutan tersebut kini melekat erat pada anak-anak muda yang hidup di zaman sekarang. Berbicara mengenai 'zaman now' terkait hari natal yang sebentar lagi akan kita rayakan bersama, maka Terang Poci kembali flash back ke tahun 80-90an untuk mengingat kembali bagaimana acara natal dikemas pada waktu itu. Mungkin salah satu materi yang paling sering dipentaskan adalah drama singkat tentang kelahiran Tuhan Yesus atau drama sederhana yang berhubungan dengan tema perayaan natal yang berbeda setiap tahunnya.
   Jika dibandingkan antara pemuda dan remaja pada zaman dahulu dan sekarang, pastilah mereka yang terdahulu lebih sering membuat drama klasik natal sebagai pengisi acara utama dihari natal maupun di malam natal. Tidak seperti pemuda dan remaja zaman now yang kini telah berinovasi dalam mengemas perayaan natal yang telah disesuaikan dengan kemajuan zaman dimana mereka hidup. Mungkin saja ada sebagian orang yang menganggap drama natal klasik sudah kuno untuk dipentaskan di zaman sekarang, tetapi sesungguhnya drama natal merupakan media komunikasi yang sangat penting bagi kita semua untuk tidak melupakan tentang kemurnian dari peristiwa kelahiran, maksud dan makna serta misi kehadiran Tuhan bagi dunia ini.
   Dibawah ini adalah foto dokumentasi dari kegiatan perayaan natal berupa pementasan drama yang diikuti oleh komisi pemuda remaja Poci di era 80-90an.

oo0O0oo

14 November 2018

RETREAT PEMUDA ERA 80-an

   Era tahun 80an adalah zaman dimana belum adanya segala kemudahan yang cukup untuk menunjang aktifitas seperti yang kita rasakan kini. Buah dari kemajuan di bidang teknologi telah membawa kita pada kehidupan yang menuntut segalanya serba cepat dan mudah. Tentunya hal ini yang menjadi kenangan tersendiri buat generasi yang masa mudanya berada di sekitar era tersebut atau disebut juga dengan "Generasi X". Tidak seperti sekarang yang sudah ada media komunikasi yang terintegrasi dengan media sosial yang mana membuat kita bisa berintaraksi atau berhubungan langsung dengan siapapun di dunia ini. Sebagai contoh, untuk mendokumentasikan kegiatan saja masih menggunakan kamera yang memakai roll film negatif berisi cuma 24-36 gambar saja. Jadi harus berhemat dan digunakan secara maksimal. Belum lagi jika hasil fotonya gelap atau buram, maka kecewa yang dirasakan.
   Berikut ini rangkuman beberapa foto kenangan pada acara retreat pemuda dan remaja GKI Kwitang Pos Cililitan di tahun 80an s.d awal 90an. Tentu foto tersebut akan sangat berkesan bagi mereka yang pernah merasa mengikutinya ketika itu, karena saat itu adalah hal yang indah dengan segala kegembiraannya bagi pemuda dan remaja yang penuh dengan romantika masa muda dan pengenalan mereka akan iman serta kedekatan mereka kepada Sang Pencipta tentu merupakan hal yang utama. Foto-foto tersebut pasti hasilnya tidak sebaik camera digital yang kita gunakan sekarang yang kini sudah menggunakan camera dari handphone dengan sistem android.    




"INGATLAH AKAN PENCIPTAMU PADA MASA MUDAMU"

19 Oktober 2018

KEBAKTIAN PADANG KOREM POCI 2018



Komisi Remaja GKI Kwitang Pos Cililitan baru saja mengadakan acara kebaktian padang pada tanggal 7 Oktober 2018 kemarin. Tahun ini acara tersebut mengambil tempat di wisata Taman Anak Kebun Binatang Ragunan. Tema kebaktian outdoor yang diikuti lebih dari 20 orang peserta pemuda remaja tersebut adalah "Out Of The Box ", dengan ayat rujukan : Yesaya 64 : 8


8 Oktober 2018

NUANSA BIRU



Paduan suara Poci pada acara kebaktian Komisi Dewasa yang diadakan di GKI Kwitang Pos Sindangkarsa. Kebetulan dresscode-nya dianjurkan dengan setelan busana warna biru.