10 Februari 2013

SELIDIKI AKU

Kadang kita begitu mudahnya menyuruh orang lain untuk interospeksi.

Sebelum kita hanyut dalam kesibukan menilai orang lain, lebih baik kita bertekun dalam doa seperti yang pernah Daud ucapkan :

" Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku, lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal"
(Mazmur 139 : 23-24)


Itu adalah awal yang baik untuk memulai ...........

8 Februari 2013

MENGUCAP SYUKUR

     Kamera foto sebagai alat yang sangat bermanfaat bagi kehidupan, telah memberikan kontribusi yang mengagumkan dalam perjalanan peradaban manusia. Seiring berjalannya waktu, teknologi pendukungnya pun berkembang dengan pesat sehingga cara penggunaannya semakin lama semakin mudah dan canggih.
     Berbicara mengenai teknologi kamera, didalam sebuah kamera terdapat lubang kecil yang berfungsi untuk menyerap cahaya yang masuk bila lensa terbuka setelah di-klik. Lubang kamera tersebut walaupun kecil tapi sangat sensitif terhadap masuknya cahaya dari luar sehingga dapat dengan cepat menangkap gambar dengan baik dan sempurna sesuai keinginan.
     Begitu juga dengan kehidupan rohani kita, dimana Allah menginginkan kita untuk senantiasa mengucap syukur dalam segala hal dan membuka hati kita untuk memberikan lebih banyak ruang bagiNya masuk ke dalam kehidupan kita. Dengan begitu Dia akan menunjukkan kepada kita gambaran nyata sebuah kehidupan yang diubahkan oleh cahaya kasihNya yang sempurna seperti yang telah dijanjikan. Berapapun kecilnya lubang hati kita, akan menggerakkan iman kita walau hanya sebesar biji sesawi sekalipun. Maka Tuhan akan mengijinkan setiap penderitaan untuk kita jalani menjadi hidup yang berkemenangan.

Inspirator : Steven Mosley

5 Februari 2013

KARUNIA

SETIAP KITA MEMILIKI KARUNIA
BERBEDA DAN TIDAK AKAN PERNAH SAMA

APA YANG LEBIH PENTING BAGI KITA?
MENGETAHUI KARUNIA APA YANG DIBERIKAN KEPADA KITA?
ATAU MENGENAL SANG PEMBERI KARUNIA ITU?















ALLAH MENGASIHI KITA
DEKAT DENGAN DIA
ADALAH JALAN MENUJU KARUNIA
UNTUK MENGASIHI SESAMA

4 Februari 2013

MENERJEMAHKAN FIRMAN TUHAN

Bandingkan bangunan yang anda lihat pada gambar, dengan gereja yang anda miliki sekarang. Kita mungkin prihatin dengan keadaan tersebut. Tapi begitulah, sebuah kesederhanaan yang harus disyukuri. Rencana yang besar akan dimulai dengan sesuatu yang kecil dan biasa bahkan cenderung apa adanya.  Ikoma adalah salah satu daerah di Tanzania dimana bangunan tersebut berdiri. Banyak penduduknya yang masih menyembah dewa tapi ada juga yang sudah menganut kepercayaan tertentu. Tidak banyak yang menjadi Kristen. Saat ini Tuhan sedang menuntun beberapa orang di sana untuk berkarya. Mereka adalah orang-orang yang terpanggil sekaligus memiliki jiwa missioner. Orang-orang mulai tertarik dengan kisah-kisah bagus dalam Alkitab. Mereka mengatakan bahwa mereka telah mendengar banyak cerita yang baik didalamnya. Untuk itu sebuah upaya penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa mereka tengah berlangsung. Ada sembilan kelompok bahasa di daerah Mara, Tanzania yang sedang menjalani proses ini. Kelompok bahasa itu adalah: Ikuzu, Ikoma-Nata-Isenye, Jita, Kabwa, Kwaya, Ngoreme, Suba-Simbiti, Zanaki dan Zinza. Melalui para penerjemah pilihan dari penduduk mereka sendiri, mereka bekerja keras bersama dengan para pembimbing dan rohaniawan setempat untuk mewujudkan rencana Tuhan yang indah itu. Suatu saat dengan keyakinan dan kehendakNya mereka akan memiliki Alkitab dengan bahasa mereka sendiri, sehingga mereka dapat mengenal Tuhan lebih dekat lagi. Sebuah pekerjaan yang tidak mudah dan membutuhkan waktu serta kesabaran. Mereka yang terlibat dalam pekerjaan ini tidak bermaksud melakukan penginjilan kepada penduduk setempat, tapi mungkin biji kecil bunga telah jatuh diladangNya.

Alkitab :
"Demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku:
ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, 
tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki,
dan akan berhasil dalam apa yang kusuruhkan kepadanya"
(Yesaya 55 : 11)  

Pesan: Dukung pekerjaan mereka dalam doa agar nama Tuhan semakin dimuliakan.

Sumber: Andrew & Michelle Sandeen

3 Februari 2013

KATAKAN TIDAK PADA "DUSTA"

     Pernahkah anda berada dalam situasi dimana harus percaya pada suatu kebohongan? Seringkali kita berhadapan dengan orang-orang dilingkungan kita seperti keluarga, teman atau kenalan yang berbicara begitu meyakinkannya sehingga tanpa sadar sebenarnya kita telah mendengarkan suatu kebohongan pada diri orang tersebut. Memang berbohong itu indah bagi mereka yang mencintai kesombongan dan ketamakkan.
     Seperti cerita dalam Alkitab tentang Ananias dan istrinya Safira yang telah mendustai Tuhan dengan memberikan sebagian dari hasil penjualan tanah mereka. Mereka telah menyakiti hati Tuhan dengan ketidakjujuran hanya untuk dihormati agar menjadi terpandang tapi memberi tidak dengan ketulusan hati. Selain itu kecurangan tersebut mereka lakukan demi materi atau kekayaan yang mereka raih atau miliki. Padahal semuanya itu berasal dari Tuhan. Maka kemudian Tuhan marah dan mengambil hidup mereka.
     Orang yang suka berbohong biasanya adalah orang yang mempunyai motivasi lain dalam melakukan sesuatu, yang bertentangan dengan firman Tuhan. Mereka yang bergaul akrab dengan kebohongan hidupnya akan sangat beresiko ke arah perbuatan negatif lain seperti: mencuri, menipu, fitnah sampai penyalahgunaan wewenang. Juga seorang pembohong yang suka menilai kelemahan orang lain sebenarnya menceritakan sifat dari diri mereka sendiri. Kita sebagai manusia dengan segala kelemahan tidak luput dari dosa. Kita semua pasti pernah berbohong selama menjalani kehidupan ini. Firman Tuhan di kitab Keluaran dengan jelas mengatakan "Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu." Kebohongan akan membawa kita kepada pribadi yang melupakan Tuhan bahkan cenderung tidak mengenalNya. Mereka yang dalam kamus hidupnya berlaku prinsip 'tiada hari tanpa kebohongan' adalah orang-orang yang telah kehilangan kemuliaan Allah.
     Berdusta adalah pekerjaan iblis, karena itu kita harus melawannya dengan berjalan dalam Roh dan Kebenaran yaitu dengan memohon pimpinan dan bimbingan Roh Kudus agar kita selalu diingatkan untuk tidak melakukannya. Percayalah doa yang dipanjatkan dengan ketidaktulusanpun diketahui oleh Tuhan. Dan Tuhan Yesus maha pengampun. Dia yang akan melepaskan kita dari kebiasaan berbohong yang dapat merusak dan menghancurkan hidup kita, asalkan kita mengaku dosa dihadapanNya dengan kejujuran dan tanpa kompromi.

Kisah Alkitab : Kisah Para Rasul 5:1-11

2 Februari 2013

PANJANG SABAR

Alkisah ada seorang filsuf yang mempunyai istri sangat emosional dan pemarah. Hampir setiap hari terjadi percekcokan diantara mereka, sampai-sampai piring di dapur ikut berterbangan menghiasi kehidupan rumahtangga mereka. Suatu ketika mereka terlibat pertengkaran hebat yang tidak bisa dihindarkan. Si suami sebagai seorang filsuf tentu memiliki kepribadian yang tenang dan cenderung pendiam. Sebaliknya, si Istri malah tidak bisa mengendalikan dirinya hingga terus melontarkan amarahnya sambil berteriak dengan suara keras sampai terdengar ke rumah para tetangga. Menghadapi istrinya yang sedang kalap itu, si suami hanya bisa bersikap sabar dan dengan lembut berkata: "Apakah kurang keras?" "Suaramu itu terdengar seperti kilat yang menyambar dan petir yang menggelegar." Mendengar perkataan suaminya itu, si istri bukannya memperlihatkan sikap melunak malah semakin emosi karena tersinggung oleh perkataan sang suami. Saking kesalnya ia kemudian mengambil air se-ember, dan langsung menyiramkannya ke muka sang filsuf hingga membuatnya basah kuyup. Seraya kedinginan, Si suami terdiam sejenak, tetapi dengan jiwa besar ia cukup berkata pelan kepada istrinya: "Sayangku, biasanya setelah kilat menyambar dan petir menggelegar, pasti turun hujan, bukan?" Dengan perasaan sedikit malu, si istri akhirnya berlalu dari hadapan suaminya itu. 

Pesan Alkitab:

Mazmur 103:8
"Tuhan adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia"

Amsal 16:32
"Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya melebihi orang yang merebut kota"


Sumber : Selingan khotbah

1 Februari 2013

FOL 2013

Dua minggu yang lalu, tepatnya bertempat di Gelora Bung Karno Jakarta berlangsung acara Prise & Worship yang merupakan rangkaian puncak perhelatan "Festival Of Life 2013". Event tersebut diadakan dari tanggal 17-19 Januari 2013 yang meliputi seminar dan persembahan musik. Yang menarik dan ditunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia kali ini adalah kehadiran Worship Leader ternama 'Darlene Zschech' dari Hillsong Music, serta pembicara internasional 'Joyce Meyer' dari Joyce Meyer Ministries. Kehadiran Darlene Zschech di Jakarta adalah pertama kalinya setelah sebelumnya hanya pernah singgah sebentar di Bali beberapa tahun yang lampau. Anak-anak Tuhan yang menggemari musik Hillsong pasti sangat senang dan terobati kerinduannya dengan kehadiran Darlene bersama tim kecilnya untuk membawakan pujian kepada Tuhan di Indonesia. Memang sangat disayangkan keberadaan Hillsong yang dipimpin oleh Darlene Zschech yang sudah sejak lama telah menginspirasi jutaan orang di dunia terutama anak-anak muda khususnya di Indonesia, baru kali ini bisa mempersembahkan pujiannya kepada Tuhan di negera kita tercinta. Pasti itu adalah perjuangan yang tidak mudah dan kita harus mengucap syukur kepadaNya dan berterima kasih pada panitia penyelenggara yang telah mewujudkan acara tersebut dapat terlaksana. Apalagi waktu itu bertepatan dengan musibah banjir yang melanda Ibukota, pasti memerlukan perjuangan tersendiri bagi panitia maupun peserta untuk bisa hadir mengukuti setiap acara yang diadakan. Tuhan pasti telah menjawab doa anak-anakNya sehingga akhirnya mereka bisa turut berpartisipasi dalam acara tersebut. Darlene Zschech tampil didampingi oleh penyanyi rohani ternama Indonesia 'Sidney Mohede' yang sekaligus menjadi penerjemah pesan firman Tuhan buat masyarakat Indonesia. Acara FOL 2013 berlangsung dengan sukses karena dapat dihadiri oleh cukup banyak peserta yang begitu antusias untuk menjadi pembawa misi di ladang Tuhan.