22 Mei 2014

PERCAYAKAN

   Ada seorang kakek yang mempunyai kebiasaan suka mengajak jalan-jalan cucunya di pagi hari. Suatu ketika si kakek menempuh perjalanan cukup jauh untuk menghibur sang cucu berjalan keliling desa. Ketika lelah untuk berhenti sejenak si kakek bertanya kepada cucunya: "Nak, apakah kamu tahu kita kini berada dimana?" Lalu sang cucu menjawab: "Tidak tahu kek." Kemudian si kakek bertanya lagi: "Nak, apakah kamu tahu kemana arah kita pulang nanti?" Dengan sedikit bingung sang cucu menjawab: "Tidak kek." Si kakek pun tersenyum lalu berujar: "Nak, kalau kamu tidak tahu ada dimana kamu sekarang dan juga tidak tahu kemana arah untuk pulang," "Itu namanya kamu tersesat." Apakah kamu tidak takut tersesat?" Kata si kakek. Dengan polosnya sang cucu pun berkata: "Aku tidak takut tersesat kek," karena aku bersama kakek."
   Betapa indahnya jika kita punya hubungan dengan Tuhan seperti cerita di atas. Kita hanya cukup mengikut Yesus dan percaya sepenuhnya kalau Dia tidak akan meninggalkan kita. Tapi kenyataannya kita masih ragu apakah Tuhan masih bersama kita disaat hidup kita menemui jalan buntu. Kita pun akhirnya mengandalkan kekuatan kita sendiri tanpa berharap pada penyertaan Tuhan. 
   Tuhan tidak akan meninggalkan kita jika kita berserah serta tidak pernah berhenti berharap. Dia mengerti batas kelemahan dan ketidakberdayaan kita. Tuhan pasti akan bertindak disaat yang tetap dan itu indah pada waktunya. Bahkan pertolongannya lebih dari apa yang bisa kita harapkan atau bayangkan sebelumnya.

Mukzijat masih terjadi.

Amin

11 Februari 2014

KHOTBAH PENDETA



   Kesuksesan seorang pendeta dapat kita lihat dari kualitas khotbahnya. Ia bisa dikenal luas, bahkan menjadi terkenal atau disukai oleh jemaat mungkin saja kerena khotbahnya yang bagus, menarik, menyentuh, kaya akan ilustrasi atau sekedar banyak melucu. Kita sebagai anggota gereja tentu suka dengan pendeta yang menurut kita khotbahnya cukup berbobot, sampai kita pilih-pilih mereka jika akan mengadakan atau menghadiri acara kebaktian. Kita mungkin juga akan pergi ke gereja jika pendetanya sesuai dengan apa yang kita harapkan.
   Sudah semestinya kita membuang jauh-jauh kebiasaan tersebut. Kita datang ke gereja untuk membina hubungan atas dasar Kasih kepada Allah dan sesama melalui khotbah yang kita dengar salah-satunya. Jadi soal baik atau tidaknya khotbah seorang pendeta selama itu tidak menyesatkan, tidak boleh mempengaruhi apalagi sampai mengikis kerinduan kita untuk beribadah kepadaNya setiap minggu dimana pun itu. 


“Khotbah terbaik tidak terjadi di sebuah mimbar,
itu terjadi ketika kita mengasihi orang lain untuk kemuliaan Tuhan”
(James W. Moore)

10 Februari 2014

TUHAN MENGASIHI CIPTAANNYA


   Kasih Tuhan tidak hanya berlaku pada manusia saja sebagai mahluk ciptaannya. Hal ini saya alami ketika saya memelihara seekor kucing jenis kampung yang lucu. Beberapa waktu yang lalu kucing itu terluka pada matanya akibat berkelahi dengan sesamanya. Lukanya pun semakin hari terlihat semakin parah hingga kelopak matanya selalu menutup karena terasa sakit. Lama kelamaan saya menjadi tidak tega melihatnya, apalagi sampai suatu saat matanya yang memerah berair dan mengeluarkan nanah. Kucing kesayangan saya itu juga terlihat menjadi tidak ceria seperti biasanya. Tubuhnya lemas dan lebih suka tidur. Karena khawatir akan menjadi buta, saya kemudian menumpangkan tangan saya ke matanya dan berdoa minta kesembuhan dari Tuhan saja sebagai Sang Pencipta Alam semesta. Entah bagaimana saat itu saya begitu yakin kalau saya tidak dapat berbuat apa-apa terhadap luka pada mata kucing saya kecuali yakin pada kekuatan doa. Hingga pada keesokan harinya mata kucing saya langsung mengering dan saat itu juga lukanya sembuh. Sebenarnya kejadian ini sudah saya alami dua kali.
   Hal yang sama juga pernah terjadi ketika kucing tersebut tidak mau makan sama sekali selama berhari-hari seperti keracunan hingga mengalami sakit dan tubuhnya menjadi lemas. Khawatir akan mati, Kala itu saya pun berdoa dengan meletakkan tangan saya diatas perutnya. Ketika pagi hari semuanya berubah, kucing tersebut segar kembali dan nafsu makannya kembali normal. Saya juga punya cerita unik bagaimana perjuangan saya yang menyedihkan ketika dengan susah payah berusaha membawa kucing tersebut ke lingkungan tempat tinggal saya yang baru yang cukup jauh dengan segala risikonya. Itu semua saya lakukan karena si kucing sudah menjadi bagian dari kehidupan keluarga di rumah. Syukur, berkat kuasa doa pula hingga akhirnya semua dapat berjalan sesuai harapan saya. Kini kucing itu sudah beradaptasi dengan baik dan dapat mengenali dengan cepat lingkungannya yang baru, karena pernah dua hari tidak pulang tetapi akhirnya kembali juga ke rumah.
   Kalau kita yakin akan kuasa Tuhan yang dasyat, hal itu berlaku juga bagi semua. Jika kita percaya dan mengasihi Dia, Ia akan melakukannya juga untuk kita dan semua yang kita sayangi yang ada di sekitar kita.   

5 Januari 2014

PERAYAAN NATAL 24 DES 2013

Tahun ini adalah perayaan natal pertama GKI Kwitang Pos Cililitan di gedungnya yang sudah direnovasi. Karena ruangan masih terlihat bersih dan rapih, jadi tidak terlalu sulit bagi panitia sesi perlengkapan untuk mendekorasi secara simpel ruangan gereja. Dengan keberadaan pohon natal yang terbuat dari kain parca, sepertinya sudah cukup mewakili keindahan panggung secara keseluruhan. Acaranya juga  berjalan dengan baik dalam format yang sederhana serta tidak memakan waktu terlalu lama. Jemaat yang hadir pun cukup banyak memenuhi ruangan sesuai daya tampung gedung yang diharapkan sehingga hampir tidak ada tamu yang menempati kursi yang telah disediakan diluar ruangan. Satu hal yang perlu menjadi catatan penting bagi panitia sebagai bahan evaluasi kedepannya adalah kehadiran anak-anak kecil yang lalu-lalang kurang mendapat perhatian para orang tua mengakibatkan acara menjadi sedikit terganggu dan mengurangi kekhusyukan perayaan natal itu sendiri. Hal lain yang juga penting adalah adanya beberapa jemaat baru maupun para simpatisan, karena kehadiran mereka menandakan bertambahnya jemaat yang rindu untuk beribadah di gereja Poci sehingga semoga di tahun mendatang akan lebih banyak lagi yang turut berpartisipasi dalam meramaikan perayaan natal serta acara-acara kerohanian lainnya.

POHON NATAL DARI KAIN PARCA


    Setelah pembuatan pohon natal Poci tahun lalu yang menggunakan bahan bekas pembungkus minuman ringan (sachet) kurang begitu sukses dikarenakan kendala waktu yang sangat singkat, kini pohon natal dengan konsep hampir sama menggunakan bahan yang sedikit berbeda terbuat dari kain parca lumayan berhasil. Waktunya pun boleh dibilang juga singkat tapi beruntung, bahan bakunya mudah didapat.
   Kain parca adalah (potongan) kain bekas atau sisa-sisa guntingan dari bahan pakaian atau proses menjahit. Biasanya hampir semua keluarga dirumah memilikinya, apalagi bagi mereka yang memiliki usaha penjahitan atau konveksi, jadi tidak sulit untuk mendapatkannya. Demikian dari pada bahan kain tersebut dibuang lebih baik digunakan menjadi sebuah karya seni dalam rangka melengkapi dekorasi kemeriahan perayaan natal tahun ini. Pengerjaannya dilakukan oleh jemaat ibu-ibu atau kaum wanita yang masih memiliki cukup waktu luang untuk merangkai kain parca tersebut satu-persatu hingga akhirnya dapat tersusun dengan baik sesuai dengan target bentuk yang diharapkan. Hasilnya seperti terlihat pada gambar, sebuah pohon natal persembahan kreativitas dari jemaat GKI Kwitang Pos Cililitan dengan paduan warna-warni kain parca yang indah. 

25 Desember 2013

PERAYAAN NATAL SKM POCI 2013

Perayaan natal Sekolah Minggu GKI Kwitang Pos Cililitan kali ini sepertinya bernuansa merah, masih sesuai dengan warna khas natal yang selalu mengedepankan unsur merah dan hijau. Acaranya berlangsung cukup meriah tapi terlihat agak lengang karena ruangan gedung baru yang megah. Itupun sudah ditambah kehadiran para kerabat keluarga atau orang tua yang mendampingi keikutsertaan anak-anak mereka dalam meramaikan hari kelahiran Sang Juruselamat. Mungkin di tahun depan bisa diadakan perayaan natal Sekolah Minggu gabungan beberapa pos, biar lebih seru dan yang pasti akan lebih banyak partisipasi anak-anak yang hadir sehingga acara menjadi lebih meriah lagi.