23 Juli 2014

DIPILIH TUHAN

   Jokowi akhirnya terpilih sebagai pemenang Pilpres 2014. kita sebagai umat kristiani patut bersyukur karena beliau dan partai pendukungnya adalah contoh dari sebuah kemajemukan dan plurarisme. Memang kita sudah seharusnya mendukung perjuangan sebuah partai yang sejak dahulu hingga sekarang selalu berkomitmen membawa aspirasi umat kristen sebagai kaum minoritas di negeri ini.
   Mari kita dukung dalam doa agar Pak Joko Widodo dipilih oleh Tuhan untuk membawa bangsa Indonesia kepada kemakmuran dan sekaligus menjadi bangsa yang takut akan Tuhan dan mengasihi sesama dalam menjalankan setiap program kerjanya. Amin

16 Juli 2014

KEPUTUSAN

   Ada seorang pekerja atau karyawan yang mempunyai sedikit masalah dengan jenjang kariernya. Ia pandai berkomunikasi alias ngobrol dan kelihatannya juga sangat menguasai materi pada posisi tertentu di sebuah perusahaan. Suatu ketika ia pernah bercerita bahwa sebenarnya saat ini ia sudah mencapai level manager, tapi dengan berbagai alasan ia menolak tawaran itu. Akibat kepiawaiannya dalam berbicara itulah membentuknya menjadi seorang yang teoritis. Teorinya mengalahkan praktek. Ia menjadi sedikit pemalas dan sebisa mungkin menghindar dalam hal mengambil keputusan. Ia selalu melimpahkannya pada orang lain. Itulah sebabnya mengapa ia belum dapat meraih posisi yang lebih tinggi. Baginya mengambil keputusan adalah masalah yang membebaninya. Padahal seorang pemimpin adalah juga seorang pengambil keputusan.
   Demikian juga dengan anda, apakah anda sudah mengambil keputusan untuk mengikut Tuhan ? Berani mengikut Tuhan berarti siap untuk menerima segala resikonya. Pastinya hal itu adalah baik adanya walau ada suatu proses yang mesti kita jalani dan itu tidaklah mudah jika keputusan yang kita buat tidak sepenuh hati alias setengah-setengah. Siapa yang mau dianggap sebagai seorang kristen yang bisanya cuma 'ngomong doang?' Satu hal yang pasti, berani mengikut Tuhan adalah keputusan yang tepat bagi siapapun yang hidupnya ingin diubahkan oleh Dia menjadi lebih baik. Tunggu apalagi ! Pilih mana? menjadi lebih baik atau begitu-begitu saja? Keputusan ada ditangan anda. 
   

14 Juli 2014

MENJADI RINGAN

   Mengikut Tuhan tidak serta-merta segala sesuatunya berjalan sesuai apa yang kita harapkan. Kita pasti akan menjalani suatu proses panjang yang tidak mudah, bahkan mungkin bisa membuat kita kecewa karena beratnya beban hidup yang akan kita hadapi. Berbeda dengan firman Tuhan mengatakan bahwa segala beban akan menjadi ringan bila kita percaya pada penyertaanNya.
   Seorang ayah tidak pernah mengenal lelah dengan bekerja dari pagi buta hingga larut malam hanya untuk mencari nafkah. Hal itu dilakukannya karena ia mencintai istri dan anaknya. Seorang istri tidak pernah merasa bosan setiap hari sibuk di dapur menyiapkan hidangan buat keluarga karena ia mencintai suami dan anaknya.
   Begitu juga jika kita mengasihi Allah dengan sungguh maka apapun yang kita rasakan, segala beban dan penderitaan hidup yang kita alami akan terasa ringan. Karena segala hal yang bisa kita lakukan untuk mendatangkan kebaikan, maka kita sudah melakukannya juga untuk Tuhan.  
        

17 Juni 2014

MENGENAL TUHAN

   Di suatu negara, hiduplah seorang aktor terkenal. Ia adalah seorang pekerja seni yang dikagumi oleh banyak orang. Kemahirannya dalam memerankan berbagai kisah yang diambil dari sebuah drama, film, cerita klasik, dongeng maupun sejarah merupakan kelebihannya. Ia telah banyak berkeliling tempat atau daerah untuk membawakan keahliannya dalam bidang seni perannya itu. Tidak sedikit penonton yang selalu memberikan sambutan meriah setiap kali ia selesai mementaskan sebuah cerita.
   Suatu ketika dalam pertunjukannya, secara spontan ia mengajak seorang penonton untuk mengajukan permintaan khusus agar ia bisa mewujudkannya saat itu juga di atas panggung. Beberapa penonton segera mengacungkan tangan mereka agar sang aktor memainkan sebuah cerita sesuai keinginan mereka. Kebetulan dideretan kursi paling depan ada seorang pendeta tua yang mengacungkan tangannya dengan sedikit ragu-ragu, tapi kemudian dilihat oleh sang aktor. Sang aktor tersebut lalu menanyakan kepada pak pendeta perihal permintaan khususnya itu. Lalu pak pendeta itu berkata: " Aku ingin engkau membawakan Mazmur 23." Layaknya seorang profesional, sang aktor pun berkata: "Aku tahu itu," "Ok, tentang Gembala yang baik" "Tapi dengan satu syarat agar engkau pun ikut bermain bersama aku." Awalnya pendeta tersebut ragu-ragu, tapi atas desakan dari seluruh penonton yang hadir akhirnya ia memberanikan diri juga naik ke atas panggung menuruti ajakan sang aktor.
   Pertunjukan pun dimulai kembali. Aksi panggung mereka berjalan dengan mulus. Sang aktor dengan sangat baik membawakan peran tentang "Gembala yang baik" dengan mudahnya tanpa kesulitan apapun. Penonton saat itu langsung berdiri sambil bertepuk tangan penuh kekaguman. Kemudian gilirannya pak pendeta yang harus membawakan peran itu sesuai dengan janjinya kepada sang aktor. Awalnya pak pendeta tua itu masih enggan, tapi walau dengan sedikit malu-malu tapi bermodal keyakinan akhirnya ia mau melakukannya. Saat itu suasana menjadi terlihat berbeda. Ketika pak pendeta tua itu mengucapkan kalimat demi kalimat dalam Mazmur 23, semua penonton tiba-tiba terdiam, ada yang terharu bahkan meneteskan air mata. Mengapa demikian ?
   Lalu dengan bijaksana sang aktor terkenal itu datang mendekati pak pendeta sambil berkata kepada penonton : "Saya memang mengetahui sosok Gembala yang baik." tapi ... "pak pendeta ini telah mengenalNya."

Apakah kita juga telah mengenalNya ?

Seperti seorang sahabat, mengenal berarti menunjukan kualitas hubungan. Bagaimana kita akan menceritakan tentang Tuhan kepada anak kita, keluarga kita, sahabat atau kerabat maupun orang-orang disekitar kita kalau kita sendiri saja tidak mengenal "Sang Gembala yang baik" itu ? Berdoa dan membaca Alkitab adalah hal terbaik yang bisa kita lakukan agar lebih mengenal Dia.

29 Mei 2014

PERTOLONGAN TUHAN

"Pertolongan Tuhan lebih dari apa yang kita bayangkan atau pikirkan"

Kalimat diatas mungkin hanya 'angin lalu' atau terdengar biasa-biasa saja. Tapi bagi yang telah memahaminya dengan kacamata iman atau bahkan yang sudah mengalaminya sendiri pasti merasakan luar biasa dan dasyatnya kuasa Tuhan itu.

Ibarat kita ingin memiliki sebuah rumah yang sangat kita idam-idamkan, Tuhan tidak hanya akan memberikan rumah itu kepada kita, tapi Dia juga akan memberikannya dengan harga yang murah, lokasi yang strategis, bebas banjir, alam yang asri dan sejuk, suasana tenang, akses jalan yang mudah, transportasi yang memadai, penduduk sekitar yang ramah, dekat pasar, dekat klinik kesehatan dan banyak impian-impian kita lainnya yang sebenarnya tidak sempat kita pikirkan sebelumnya.






28 Mei 2014

WAKTU TUHAN

   Kehadiran seorang anak tentu akan membuat sebuah keluarga menjadi bahagia. Seperti sebuah cerita seorang ayah yang memiliki putra yang sangat disayanginya. Bagi sang ayah putranya itu begitu berharga sehingga menjadikan kegembiraan tersendiri baginya. Setiap dalam perjalanan, sang ayah tidak pernah lupa menghubungi anaknya itu seperti tidak lepas untuk sekedar mengetahui keadaan si anak baik-baik saja. Karena tuntutan pekerjaan, suatu ketika sang ayah berniat untuk pergi ke tempat yang jauh dalam waktu yang lama. Ketika berpamitan dengan keluarganya, sang ayah berkata kepada anaknya: "Ayah akan selalu meneleponmu nak." "Mungkin jika ayah hendak menghubungimu di siang hari," "kamu pasti sudah tidur karena di tempatmu sudah malam akibat perbedaan waktu kita yang banyak. Atau tempat dimana ayah berada nanti, adalah hari esok ditempatmu berada sekarang." Lalu dengan bersemangat si anak menyahut: "Oke yah" "kalau begitu sesampainya nanti di 'besok' telepon aku ...yah !"
   Begitu juga dengan Allah. Kita adalah kegembiraanNya. Ia akan selalu hadir bahkan membawa kabar baik. Allah adalah penentu keberhasilan kita, Ia adalah masa depan kita. Ia tidak hanya dapat menghubungi kita di 'besok', kapanpun dan dimanapun baginya adalah pasti. Kita adalah milikNya yang paling berharga, karena itu selalu dinantikanNya sekarang, esok dan selamanya. Pengharapan dan selalu mengucap syukur adalah bentuk 'doa tanpa henti' yang bisa kita lakukan untuk selalu terhubung dengan Dia. God is good all the time.


Inspirator : James W Moore
  

22 Mei 2014

PERCAYAKAN

   Ada seorang kakek yang mempunyai kebiasaan suka mengajak jalan-jalan cucunya di pagi hari. Suatu ketika si kakek menempuh perjalanan cukup jauh untuk menghibur sang cucu berjalan keliling desa. Ketika lelah untuk berhenti sejenak si kakek bertanya kepada cucunya: "Nak, apakah kamu tahu kita kini berada dimana?" Lalu sang cucu menjawab: "Tidak tahu kek." Kemudian si kakek bertanya lagi: "Nak, apakah kamu tahu kemana arah kita pulang nanti?" Dengan sedikit bingung sang cucu menjawab: "Tidak kek." Si kakek pun tersenyum lalu berujar: "Nak, kalau kamu tidak tahu ada dimana kamu sekarang dan juga tidak tahu kemana arah untuk pulang," "Itu namanya kamu tersesat." Apakah kamu tidak takut tersesat?" Kata si kakek. Dengan polosnya sang cucu pun berkata: "Aku tidak takut tersesat kek," karena aku bersama kakek."
   Betapa indahnya jika kita punya hubungan dengan Tuhan seperti cerita di atas. Kita hanya cukup mengikut Yesus dan percaya sepenuhnya kalau Dia tidak akan meninggalkan kita. Tapi kenyataannya kita masih ragu apakah Tuhan masih bersama kita disaat hidup kita menemui jalan buntu. Kita pun akhirnya mengandalkan kekuatan kita sendiri tanpa berharap pada penyertaan Tuhan. 
   Tuhan tidak akan meninggalkan kita jika kita berserah serta tidak pernah berhenti berharap. Dia mengerti batas kelemahan dan ketidakberdayaan kita. Tuhan pasti akan bertindak disaat yang tetap dan itu indah pada waktunya. Bahkan pertolongannya lebih dari apa yang bisa kita harapkan atau bayangkan sebelumnya.

Mukzijat masih terjadi.

Amin