10 Agustus 2014

KEKAYAAN SEJATI


Ini adalah sebuah buku yang kaya akan nilai-nilai kristiani. Tepat sekali sesuai dengan judulnya “Kaya Dalam Hal-hal Berharga.” Ketika kita kaya secara materi atau tidak, kita juga dapat menjadi kaya dalam hal mengikut Kristus. Komitmen yang mengandung unsur ketabahan, ketetapan hati , kasih karunia dan rasa syukur dari sebuah konsekuensi pengambilan keputusan untuk mengikut Dia. Beberapa gambaran dan penjelasan maupun kisah iman yang dituangkan melalui gaya bahasa sederhana dari sang penulis membuat buku ini menjadi sangat menarik untuk dibaca. Ini juga merupakan buku terbaik dari sekian banyak buku rohani kristen yang pernah saya baca. Karena didalamnya kita akan menemukan banyak hal mengenai arti kekristenan sejati sesungguhnya yang akan membuat kita kaya dalam keimanan kita yang sebenarnya kepada Tuhan sebagai Sang Kebenaran itu sendiri sekaligus juga sebagai Sang pemberi berkat. Yaitu kekayaan yang tidak akan pernah terkikis atau habis sampai kapanpun.

Penulis buku : James W. Moore    

ANNIVERSARY POCI


Tidak terasa 35 tahun sudah GKI Kwitang Pos Cililitan berdiri. Banyak suka dan duka yang jemaat rasakan dan alami di dalam kebersamaan melayani Tuhan. Berawal dari persekutuan di sebuah rumah kecil milik jemaat hingga menempati gedung kebaktian yang dimiliki sekarang adalah bentuk dari perjuangan dan ungkapan syukur seluruh jemaat dalam pengharapan akan campur tangan Tuhan yang tak pernah berhenti demi kemuliaan NamaNya. Kita dukung terus dalam doa agar Poci semakin bertumbuh dalam kedewasaan iman menuju kepada misi pelayanan yang sejati kepada Tuhan.

SELAMAT  ULANG TAHUN
GKI KWITANG
POS CILILITAN
KE-35 

23 Juli 2014

DIPILIH TUHAN

   Jokowi akhirnya terpilih sebagai pemenang Pilpres 2014. kita sebagai umat kristiani patut bersyukur karena beliau dan partai pendukungnya adalah contoh dari sebuah kemajemukan dan plurarisme. Memang kita sudah seharusnya mendukung perjuangan sebuah partai yang sejak dahulu hingga sekarang selalu berkomitmen membawa aspirasi umat kristen sebagai kaum minoritas di negeri ini.
   Mari kita dukung dalam doa agar Pak Joko Widodo dipilih oleh Tuhan untuk membawa bangsa Indonesia kepada kemakmuran dan sekaligus menjadi bangsa yang takut akan Tuhan dan mengasihi sesama dalam menjalankan setiap program kerjanya. Amin

16 Juli 2014

KEPUTUSAN

   Ada seorang pekerja atau karyawan yang mempunyai sedikit masalah dengan jenjang kariernya. Ia pandai berkomunikasi alias ngobrol dan kelihatannya juga sangat menguasai materi pada posisi tertentu di sebuah perusahaan. Suatu ketika ia pernah bercerita bahwa sebenarnya saat ini ia sudah mencapai level manager, tapi dengan berbagai alasan ia menolak tawaran itu. Akibat kepiawaiannya dalam berbicara itulah membentuknya menjadi seorang yang teoritis. Teorinya mengalahkan praktek. Ia menjadi sedikit pemalas dan sebisa mungkin menghindar dalam hal mengambil keputusan. Ia selalu melimpahkannya pada orang lain. Itulah sebabnya mengapa ia belum dapat meraih posisi yang lebih tinggi. Baginya mengambil keputusan adalah masalah yang membebaninya. Padahal seorang pemimpin adalah juga seorang pengambil keputusan.
   Demikian juga dengan anda, apakah anda sudah mengambil keputusan untuk mengikut Tuhan ? Berani mengikut Tuhan berarti siap untuk menerima segala resikonya. Pastinya hal itu adalah baik adanya walau ada suatu proses yang mesti kita jalani dan itu tidaklah mudah jika keputusan yang kita buat tidak sepenuh hati alias setengah-setengah. Siapa yang mau dianggap sebagai seorang kristen yang bisanya cuma 'ngomong doang?' Satu hal yang pasti, berani mengikut Tuhan adalah keputusan yang tepat bagi siapapun yang hidupnya ingin diubahkan oleh Dia menjadi lebih baik. Tunggu apalagi ! Pilih mana? menjadi lebih baik atau begitu-begitu saja? Keputusan ada ditangan anda. 
   

14 Juli 2014

MENJADI RINGAN

   Mengikut Tuhan tidak serta-merta segala sesuatunya berjalan sesuai apa yang kita harapkan. Kita pasti akan menjalani suatu proses panjang yang tidak mudah, bahkan mungkin bisa membuat kita kecewa karena beratnya beban hidup yang akan kita hadapi. Berbeda dengan firman Tuhan mengatakan bahwa segala beban akan menjadi ringan bila kita percaya pada penyertaanNya.
   Seorang ayah tidak pernah mengenal lelah dengan bekerja dari pagi buta hingga larut malam hanya untuk mencari nafkah. Hal itu dilakukannya karena ia mencintai istri dan anaknya. Seorang istri tidak pernah merasa bosan setiap hari sibuk di dapur menyiapkan hidangan buat keluarga karena ia mencintai suami dan anaknya.
   Begitu juga jika kita mengasihi Allah dengan sungguh maka apapun yang kita rasakan, segala beban dan penderitaan hidup yang kita alami akan terasa ringan. Karena segala hal yang bisa kita lakukan untuk mendatangkan kebaikan, maka kita sudah melakukannya juga untuk Tuhan.  
        

17 Juni 2014

MENGENAL TUHAN

   Di suatu negara, hiduplah seorang aktor terkenal. Ia adalah seorang pekerja seni yang dikagumi oleh banyak orang. Kemahirannya dalam memerankan berbagai kisah yang diambil dari sebuah drama, film, cerita klasik, dongeng maupun sejarah merupakan kelebihannya. Ia telah banyak berkeliling tempat atau daerah untuk membawakan keahliannya dalam bidang seni perannya itu. Tidak sedikit penonton yang selalu memberikan sambutan meriah setiap kali ia selesai mementaskan sebuah cerita.
   Suatu ketika dalam pertunjukannya, secara spontan ia mengajak seorang penonton untuk mengajukan permintaan khusus agar ia bisa mewujudkannya saat itu juga di atas panggung. Beberapa penonton segera mengacungkan tangan mereka agar sang aktor memainkan sebuah cerita sesuai keinginan mereka. Kebetulan dideretan kursi paling depan ada seorang pendeta tua yang mengacungkan tangannya dengan sedikit ragu-ragu, tapi kemudian dilihat oleh sang aktor. Sang aktor tersebut lalu menanyakan kepada pak pendeta perihal permintaan khususnya itu. Lalu pak pendeta itu berkata: " Aku ingin engkau membawakan Mazmur 23." Layaknya seorang profesional, sang aktor pun berkata: "Aku tahu itu," "Ok, tentang Gembala yang baik" "Tapi dengan satu syarat agar engkau pun ikut bermain bersama aku." Awalnya pendeta tersebut ragu-ragu, tapi atas desakan dari seluruh penonton yang hadir akhirnya ia memberanikan diri juga naik ke atas panggung menuruti ajakan sang aktor.
   Pertunjukan pun dimulai kembali. Aksi panggung mereka berjalan dengan mulus. Sang aktor dengan sangat baik membawakan peran tentang "Gembala yang baik" dengan mudahnya tanpa kesulitan apapun. Penonton saat itu langsung berdiri sambil bertepuk tangan penuh kekaguman. Kemudian gilirannya pak pendeta yang harus membawakan peran itu sesuai dengan janjinya kepada sang aktor. Awalnya pak pendeta tua itu masih enggan, tapi walau dengan sedikit malu-malu tapi bermodal keyakinan akhirnya ia mau melakukannya. Saat itu suasana menjadi terlihat berbeda. Ketika pak pendeta tua itu mengucapkan kalimat demi kalimat dalam Mazmur 23, semua penonton tiba-tiba terdiam, ada yang terharu bahkan meneteskan air mata. Mengapa demikian ?
   Lalu dengan bijaksana sang aktor terkenal itu datang mendekati pak pendeta sambil berkata kepada penonton : "Saya memang mengetahui sosok Gembala yang baik." tapi ... "pak pendeta ini telah mengenalNya."

Apakah kita juga telah mengenalNya ?

Seperti seorang sahabat, mengenal berarti menunjukan kualitas hubungan. Bagaimana kita akan menceritakan tentang Tuhan kepada anak kita, keluarga kita, sahabat atau kerabat maupun orang-orang disekitar kita kalau kita sendiri saja tidak mengenal "Sang Gembala yang baik" itu ? Berdoa dan membaca Alkitab adalah hal terbaik yang bisa kita lakukan agar lebih mengenal Dia.