19 November 2018

DRAMA NATAL

   Di era milenial ini yang sering kita dengar adalah istilah generasi 'zaman now'. Sebutan tersebut kini melekat erat pada anak-anak muda yang hidup di zaman sekarang. Berbicara mengenai 'zaman now' terkait hari natal yang sebentar lagi akan kita rayakan bersama, maka Terang Poci kembali flash back ke tahun 80-90an untuk mengingat kembali bagaimana acara natal dikemas pada waktu itu. Mungkin salah satu materi yang paling sering dipentaskan adalah drama singkat tentang kelahiran Tuhan Yesus atau drama sederhana yang berhubungan dengan tema perayaan natal yang berbeda setiap tahunnya.
   Jika dibandingkan antara pemuda dan remaja pada zaman dahulu dan sekarang, pastilah mereka yang terdahulu lebih sering membuat drama klasik natal sebagai pengisi acara utama dihari natal maupun di malam natal. Tidak seperti pemuda dan remaja zaman now yang kini telah berinovasi dalam mengemas perayaan natal yang telah disesuaikan dengan kemajuan zaman dimana mereka hidup. Mungkin saja ada sebagian orang yang menganggap drama natal klasik sudah kuno untuk dipentaskan di zaman sekarang, tetapi sesungguhnya drama natal merupakan media komunikasi yang sangat penting bagi kita semua untuk tidak melupakan tentang kemurnian dari peristiwa kelahiran, maksud dan makna serta misi kehadiran Tuhan bagi dunia ini.
   Dibawah ini adalah foto dokumentasi dari kegiatan perayaan natal berupa pementasan drama yang diikuti oleh komisi pemuda remaja Poci di era 80-90an.

oo0O0oo

14 November 2018

RETREAT PEMUDA ERA 80-an

   Era tahun 80an adalah zaman dimana belum adanya segala kemudahan yang cukup untuk menunjang aktifitas seperti yang kita rasakan kini. Buah dari kemajuan di bidang teknologi telah membawa kita pada kehidupan yang menuntut segalanya serba cepat dan mudah. Tentunya hal ini yang menjadi kenangan tersendiri buat generasi yang masa mudanya berada di sekitar era tersebut atau disebut juga dengan "Generasi X". Tidak seperti sekarang yang sudah ada media komunikasi yang terintegrasi dengan media sosial yang mana membuat kita bisa berintaraksi atau berhubungan langsung dengan siapapun di dunia ini. Sebagai contoh, untuk mendokumentasikan kegiatan saja masih menggunakan kamera yang memakai roll film negatif berisi cuma 24-36 gambar saja. Jadi harus berhemat dan digunakan secara maksimal. Belum lagi jika hasil fotonya gelap atau buram, maka kecewa yang dirasakan.
   Berikut ini rangkuman beberapa foto kenangan pada acara retreat pemuda dan remaja GKI Kwitang Pos Cililitan di tahun 80an s.d awal 90an. Tentu foto tersebut akan sangat berkesan bagi mereka yang pernah merasa mengikutinya ketika itu, karena saat itu adalah hal yang indah dengan segala kegembiraannya bagi pemuda dan remaja yang penuh dengan romantika masa muda dan pengenalan mereka akan iman serta kedekatan mereka kepada Sang Pencipta tentu merupakan hal yang utama. Foto-foto tersebut pasti hasilnya tidak sebaik camera digital yang kita gunakan sekarang yang kini sudah menggunakan camera dari handphone dengan sistem android.    




"INGATLAH AKAN PENCIPTAMU PADA MASA MUDAMU"

19 Oktober 2018

KEBAKTIAN PADANG KOREM POCI 2018



Komisi Remaja GKI Kwitang Pos Cililitan baru saja mengadakan acara kebaktian padang pada tanggal 7 Oktober 2018 kemarin. Tahun ini acara tersebut mengambil tempat di wisata Taman Anak Kebun Binatang Ragunan. Tema kebaktian outdoor yang diikuti lebih dari 20 orang peserta pemuda remaja tersebut adalah "Out Of The Box ", dengan ayat rujukan : Yesaya 64 : 8


8 Oktober 2018

NUANSA BIRU



Paduan suara Poci pada acara kebaktian Komisi Dewasa yang diadakan di GKI Kwitang Pos Sindangkarsa. Kebetulan dresscode-nya dianjurkan dengan setelan busana warna biru.

25 September 2018

MENGHORMATI ORANG TUA

   Ketika kita beranjak dewasa, apa yang bisa kita lakukan untuk orang tua kita ? Jawabannya ada banyak cara. Salah satunya adalah dengan membuat mereka bahagia. Kita sebagai anak, kadang lupa untuk hal tersebut. Kita terlalu sibuk dengan urusan kita masing-masing hingga kita seperti jauh dari orang tua. Padahal orang tua kita justru sangat membutuhkan perhatian dari kita sebagai anak-anaknya dikala mereka memasuki usia senja. Bagi yang telah mapan bisa mengapresiasikannya dalam bentuk materi sebagai wujud cinta kasih dan balas budi kita kepada mereka yang telah membuat kita berhasil, merawat kita dengan baik serta dukungan dalam bidang pendidikan maupun karier.
   Menghormati orang tua jelas sekali di dalam Alkitab yang mengatakan: "Hormatilah ayahmu dan ibumu" sebagai hukum Tuhan yang kelima dari sepuluh hukum taurat. Meskipun demikian kita atau siapapun tanpa disadari mungkin saja masih suka berkata kasar kepada orang tua kita sendiri atau memperlakukan mereka tidak sebagaimana mestinya. Hal ini tentu bisa menyakiti perasaan mereka. Merekalah yang telah membesarkan kita, karena itu sampai kapanpun kita tidak akan bisa membalas semua kebaikan mereka kepada kita.
   Mungkin kedua orang tua kita telah pergi meninggalkan dunia ini, tapi hal tersebut janganlah menyurutkan niat kita untuk selalu mengenang serta hormat kepada mereka. Kita bisa melakukannya walaupun mereka telah tiada sebagai simbol dengan rajin bersziarah dan mengurus makamnya dengan baik. Karena ada saja makam orang tua yang rusak tidak terurus karena jarang ditengok oleh anak maupun keluarganya. Apakah kita juga mau seperti itu jika kelak kita mati ?
   Walaupun kita tidak minta dilahirkan, baik ibu maupun ayah harus kita hormati sampai akhir hayat mereka. Bila kita mengingat indahnya kegembiraan masa kecil kita yang bahagia bersama mereka, mungkin itu bisa membantu kita untuk menimbulkan kembali rasa cinta kita kepada mereka yang tanpa lelah dan tanpa pamrih membesarkan kita dengan nasihat-nasihat kebaikan yang diwariskan kepada anak cucu kita kelak, karena mereka jugalah yang pertama kali mengenalkan kita kepada Sang Pencipta kita.

Amsal 1 : 8
Hai anakKu, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu

Keluaran 20 : 12
Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu.

Efesus 6 : 1-3
Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. Hormatilah ayahmu dan ibumu -- ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.

ooOoo

23 Agustus 2018

SEMARAK MERDEKA


Acara Tujuh belasan di GKI Kwitang Pos Cililitan
19 Agustus 2018

16 Agustus 2018

89 TAHUN GKI KWITANG


   GKI Kwitang baru saja merayakan hari jadinya yang ke-89. Tema yang diangkat pada perhelatan tersebut adalah: "Restorasi Gereja," sedangkan sub temanya adalah: "Menjadi Signifikan dan Relevan."
   Agenda restorasi yang berarti usaha untuk mengembalikan bentuk asal dan fungsi gedung gereja secara fisik karena telah ditetapkan menjadi bangunan bersejarah atau termasuk ke dalam kategori cagar budaya, juga dapat diartikan sebagai restorasi iman jemaatnya yang diharapkan setiap pribadi dapat menjadi seperti pelita yang memberikan terang bagi sekitarnya sehingga apa yang dilakukan menjadi berarti dan nyata sesuai dengan apa yang dibutuhkan.
   Poci yang pada tanggal 12 Agustus kemarin juga turut serta merayakannya, mengadakan acara kecil setelah kebaktian minggu yang diakhiri dengan peniupan lilin kue ultah yang dibuat secara sederhana serta mengadakan jamuan makan ala kadarnya berupa kue-kue tradisional yang berasal dari partisipasi sukarela para jemaat.