5 Januari 2014

PERAYAAN NATAL 24 DES 2013

Tahun ini adalah perayaan natal pertama GKI Kwitang Pos Cililitan di gedungnya yang sudah direnovasi. Karena ruangan masih terlihat bersih dan rapih, jadi tidak terlalu sulit bagi panitia sesi perlengkapan untuk mendekorasi secara simpel ruangan gereja. Dengan keberadaan pohon natal yang terbuat dari kain parca, sepertinya sudah cukup mewakili keindahan panggung secara keseluruhan. Acaranya juga  berjalan dengan baik dalam format yang sederhana serta tidak memakan waktu terlalu lama. Jemaat yang hadir pun cukup banyak memenuhi ruangan sesuai daya tampung gedung yang diharapkan sehingga hampir tidak ada tamu yang menempati kursi yang telah disediakan diluar ruangan. Satu hal yang perlu menjadi catatan penting bagi panitia sebagai bahan evaluasi kedepannya adalah kehadiran anak-anak kecil yang lalu-lalang kurang mendapat perhatian para orang tua mengakibatkan acara menjadi sedikit terganggu dan mengurangi kekhusyukan perayaan natal itu sendiri. Hal lain yang juga penting adalah adanya beberapa jemaat baru maupun para simpatisan, karena kehadiran mereka menandakan bertambahnya jemaat yang rindu untuk beribadah di gereja Poci sehingga semoga di tahun mendatang akan lebih banyak lagi yang turut berpartisipasi dalam meramaikan perayaan natal serta acara-acara kerohanian lainnya.

POHON NATAL DARI KAIN PARCA


    Setelah pembuatan pohon natal Poci tahun lalu yang menggunakan bahan bekas pembungkus minuman ringan (sachet) kurang begitu sukses dikarenakan kendala waktu yang sangat singkat, kini pohon natal dengan konsep hampir sama menggunakan bahan yang sedikit berbeda terbuat dari kain parca lumayan berhasil. Waktunya pun boleh dibilang juga singkat tapi beruntung, bahan bakunya mudah didapat.
   Kain parca adalah (potongan) kain bekas atau sisa-sisa guntingan dari bahan pakaian atau proses menjahit. Biasanya hampir semua keluarga dirumah memilikinya, apalagi bagi mereka yang memiliki usaha penjahitan atau konveksi, jadi tidak sulit untuk mendapatkannya. Demikian dari pada bahan kain tersebut dibuang lebih baik digunakan menjadi sebuah karya seni dalam rangka melengkapi dekorasi kemeriahan perayaan natal tahun ini. Pengerjaannya dilakukan oleh jemaat ibu-ibu atau kaum wanita yang masih memiliki cukup waktu luang untuk merangkai kain parca tersebut satu-persatu hingga akhirnya dapat tersusun dengan baik sesuai dengan target bentuk yang diharapkan. Hasilnya seperti terlihat pada gambar, sebuah pohon natal persembahan kreativitas dari jemaat GKI Kwitang Pos Cililitan dengan paduan warna-warni kain parca yang indah. 

25 Desember 2013

PERAYAAN NATAL SKM POCI 2013

Perayaan natal Sekolah Minggu GKI Kwitang Pos Cililitan kali ini sepertinya bernuansa merah, masih sesuai dengan warna khas natal yang selalu mengedepankan unsur merah dan hijau. Acaranya berlangsung cukup meriah tapi terlihat agak lengang karena ruangan gedung baru yang megah. Itupun sudah ditambah kehadiran para kerabat keluarga atau orang tua yang mendampingi keikutsertaan anak-anak mereka dalam meramaikan hari kelahiran Sang Juruselamat. Mungkin di tahun depan bisa diadakan perayaan natal Sekolah Minggu gabungan beberapa pos, biar lebih seru dan yang pasti akan lebih banyak partisipasi anak-anak yang hadir sehingga acara menjadi lebih meriah lagi.

19 November 2013

IKUTI ATURAN MAIN

   Manusia menciptakan kendaraan berupa kereta api untuk kehidupan. Kereta api digunakan untuk mempermudah manusia dalam menempuh perjalanan terutama yang berjarak jauh. Agar Kereta api dapat bergerak mengikuti arah tujuan, maka ia harus berjalan diatas rel yang benar, tidak rusak dan tidak putus. Satu masalah kecil saja timbul sehubungan dengan jalur dan kondisi rel yang tidak sebagaimana mestinya dapat berakibat fatal.
   Kehidupan manusia dihadapkan pada banyak tujuan. Kita bebas memilihnya sesuai dengan apa yang kita yakini. Jika kita mengaku dan memilih berjalan dalam Tuhan, maka sudah semestinya kita taat. Tuhan mengajak kita untuk berjalan ke arah yang sudah Ia tetapkan. Ia-pun menunjukkan banyak cara untuk kita lakukan agar kehidupan kita menjadi lebih baik, tidak celaka dan tidak tersesat bahkan disertai dengan buku panduannya (Alkitab) agar kita mengerti dan memahaminya.
   Di masa lalu kita mungkin pernah mengalami kejatuhan akibat ulah kita sendiri hingga hidup kita terasa kelam dan hancur. Karena kebaikan Tuhan, kita telah diubahkan menjadi seperti yang Ia inginkan. Dan jalan Tuhan pasti adalah jalan yang terbaik. Dalam pertobatan, Ia memulihkan hidup kita. Ia memberikan kepada kita pekerjaan yang baik, keluarga yang menyayangi dan teman yang mau menolong. Tapi kadang kita masih juga tidak puas dan tidak bersyukur. Kita tidak bersabar dan tidak mau mengikuti aturan main yang sudah Tuhan tentukan. Kita masih suka menoleh ke belakang, sibuk dengan 'urusan' kita sendiri dan mencoba kembali untuk mencuri-curi kehidupan lama kita. Akibatnya kita keluar jalur atau merusak rel yang Tuhan sudah buat. Mungkin saja tanpa kita sadari sebenarnya rel itu telah terputus. Kita menantang Tuhan dan semakin jauh meninggalkan Dia.
   Apakah kita mau bermain-main dengan masa lalu kita, dengan hal-hal kecil yang beresiko menghancurkan kembali hidup kita? Apakah kita masih mau memegang komitmen kita pada waktu kita mengaku bertobat? Keputusan pun pada akhirnya ada di tangan kita.          

12 November 2013

MENGHORMATI ORANG TUA

   Alkitab mengajarkan kepada kita sebagai anak-anak Tuhan untuk menghormati orang tua. Hal ini menjadi suatu perintah agar kelak hidup kita bahagia dan berlanjut usia kita alias panjang umur. Sangat disayangkan jika masih saja ada anak yang diusianya sudah tidak muda lagi, masih sering menipu dan membohongi orang tuanya sendiri atau anak yang sudah berkeluarga masih saja suka mengungkit-ungkit ketidakdekatan hubungan mereka dimasa lalu sebagai sebuah kepahitan sehingga membentuknya menjadi individu yang pendendam atau menjadi pribadi yang tidak tulus. Ada juga anak yang tidak segan-segan untuk memberi yang terbaik (materi) kepada sesama atau untuk gereja, sementara orang tuanya dibiarkan mengeluh dengan kesusahannya sendiri. Apakah ini berkenan bagi Tuhan?
   Menghormati orang tua tidak selalu harus dalam bentuk materi. Dengan mau mendengarkan keluh kesah mereka saja, orang tua kita pasti akan merasakan kedamaian, perhatian dan kasih sayang. Jadi, menyenangkan atau membahagiakan orang tua jangan menunggu sampai usia mereka senja atau disaat mereka sakit, atau jangan pula hanya disaat kita berkelimpahan materi. Suka atau tidak suka, benar atau tidaknya cara mereka membesarkan kita, hubungan kita dengan mereka harus tetap baik karena tidak bisa dipungkiri merekalah yang telah melahirkan kita sebagai bagian dari rencana yang sudah Tuhan rancang bagi hidup kita.

Alkitab :
Efesus 6:1-3 & Sepuluh perintah Tuhan    

9 November 2013

KESOMBONGAN

   Kesombongan adalah benih dari kehancuran. Ada beberapa faktor yang membuat seseorang mulai sombong, diantaranya adalah uang (materi) dan prestasi (kedudukan). Dengan uang seseorang dapat mengintervensi sekaligus memberikan pengaruh. Dengan uang pula kadang seseorang ingin dipuji sekaligus dihormati. Demikian pula dengan prestasi yang tinggi seseorang bisa dengan mudahnya merendahkan orang lain, bahkan tanpa sadar menganggap kerabat atau sahabat sebagai pesaing. Orang sombong lupa saat masa-masa sulit sehingga ia berusaha mencukupkan segala sesuatunya walaupun dalam beberapa hal sebenarnya itu tidak perlu. Standar hidupnyapun dinaikkan sehingga menggampangkan banyak cara untuk dilakukan karena uang yang membuat dirinya merasa aman dibandingkan dengan Tuhan yang punya kuasa.
   Sebaliknya dengan bersikap rendah hati, selalu bersyukur dan dapat memahami hidup setiap orang dengan kasih adalah cara yang Tuhan inginkan untuk kita jalani dalam kehidupan yang berkelimpahan dan penuh berkat. Karena segala sesuatu yang kita peroleh datangnya dari Tuhan, bukan dari kemampuan kita sendiri. Dengan demikian jika tidak berkenan bagiNya, Ia bisa saja mengambilnya kembali dari kita menurut kehendakNya.

3 November 2013

PIKETBERG CHURCH

   Disebut juga gereja yang termasuk dalam Dutch Reformed Church ini terletak di Piketberg, sebuah kota di Western Cape, Afrika Selatan. Gereja ini berdiri tepat dibawah daerah perbukitan Pikertberg yang indah. Dikelilingi oleh lahan pertanian gandum dan buah-buahan dengan udaranya yang dingin.
   Sang arsitektur gereja ini bernama Carl Otto Hager, seorang kelahiran Jerman yang cukup dikenal telah merancang sejumlah bangunan bersejarah disepanjang Cape Barat. Gereja Pikertberg sendiri diciptakan dalam gaya neo-gothic dengan kombinasi warna apik yang memadukan pesona klasik dan modern.
   Bisa dipastikan bahwa mahakarya arsitektur ini termasuk menjadi salah satu bangunan gereja terindah di dunia karena bentuknya yang sangat cantik sekaligus unik.