Ada seorang teman yang akhir-akhir ini menunjukan bahwa ia sepertinya sudah tidak percaya lagi kepada Tuhan. Dari cara ia berbicara dan bercerita tentang aktifitasnya sehari-hari menunjukkan bahwa ia semakin jauh meninggalkan Tuhan. Bahkan ia terang-terangan mengatakan bahwa mengikuti jalan hidup kekristenan hanya merepotkan saja. Saya sempat berfikir bahwa itu semua hanya alasan saja agar ia bisa sesuka hatinya menjalankan apa yang ia ingini sekalipun hal itu sudah menjurus ke hal-hal yang bersifat negatif. Faktor lainnya karena ia juga memiliki cukup uang dari penghasilan gajinya yang lumayan setiap bulan, mungkin hal itu juga yang menggodanya ditambah lagi pergaulan dengan teman-teman 'di luar' yang juga nggak jelas. Memang keputusan untuk mengikut Tuhan bukan hal yang dipaksakan, hal itu tergantung pada pribadi kita masing-masing apakah kita masih percaya akan keberadaan Tuhan Sang pencipta kehidupan ? Akhir cerita, kini teman saya itu sedang mengalami banyak masalah dalam kehidupan pribadinya. Kini ia mulai mengalami rentetan kejadian kurang menyenangkan yang membuatnya frustasi. Masalah demi masalah seakan menghantui hidupnya bahkan ia pun menderita banyak kerugian akibat kurangnya mendengarkan nasihat baik itu dari orang-orang disekitarnya maupun nasihat hidup dari sisi keimanan Kristen karena sudah sekian lama tidak pernah lagi datang ke gereja. Semuanya jelas, bahwa siapapun yang meninggalkan Tuhan dalam hidupnya maka mereka akan berjalan sendiri lepas dari tuntunanNya. Setiap masalah akan ditanggungnya sendiri walaupun sebenarnya Tuhan tetap mengasihi semua orang yang masih punya pengaharapan kepadaNya. Segala hal yang telah kita dapatkan berupa kesuksesan dan materi berasal dari Dia yang telah mencurahkan berkat-berkatnya ketika kita mengaku percaya. Sekarang hanya karena keinginan akan hawa nafsu kebebasan yang begitu besar, apakah kita juga mau meninggalkan Tuhan dan melupakan begitu saja segala pertolonganNya dalam hidup kita ?
24 April 2015
2 April 2015
KEBAIKAN NYA
Berbicara mengenai kebaikan Tuhan, pasti setiap orang mengalaminya akan tetapi apakah kebaikan Tuhan itu disadarinya atau tidak, tergantung dari pribadi orang tersebut dalam hal mengucap syukur. Jika kita mau mengingat-ingat lagi, mungkin tak terhitung jumlah kebaikan yang sudah Tuhan perbuat untuk kita.
Seperti pengalaman saya beberapa minggu yang lalu ketika melakukan kunjungan kerja keluar daerah atau pulau yang mana saya harus dalam kondisi fit dan matang persiapan karena perjalanan darat yang cukup jauh ditambah kontur jalan yang berbukit. Maklum saya adalah orang yang gampang lelah jika berpergian menempuh perjalanan panjang serta gampang lupa terhadap barang bawaan hingga sering tertinggal di tempat tujuan. Tapi kini saya tidak khawatir lagi karena Tuhan lah yang akan menuntun perjalanan saya. Walaupun sebagai manusia kebiasan tersebut kerap saya alami lagi tapi pasti semua sudah berada dalam kendaliNya.
Perasaan Mual waktu perjalanan di pegunungan hutan dan perkebunan yang berliku-liku, tas ransel yang ketinggalan di pabrik sampai kartu debit yang tertinggal di toko souvenir bahkan nyaris berhadapan dengan orang jahat, membuat saya sadar bahwa tanpa penyertaan dan pertolongannya semua itu pasti akan menjadi satu pengalaman pahit yang mungkin saya hadapi. Beruntung Tuhan telah memilihkan saya rekan kerja yang baik serta partner yang menyenangkan karena tanpa mereka mungkin ceritanya akan seperti yang tidak saya harapkan.
Kini saya semakin yakin dan percaya bahwa jika kita berserah dan berdoa sebelum menjalani suatu hal, pasti Tuhan akan menolong dan membuka jalan untuk kita serta meluputkan kita dari segala hal yang jahat. Karena Dia adalah penyelamat kita. Tidak ada seorangpun dan siapapun yang bisa menggantikanNya.
Kini saya semakin yakin dan percaya bahwa jika kita berserah dan berdoa sebelum menjalani suatu hal, pasti Tuhan akan menolong dan membuka jalan untuk kita serta meluputkan kita dari segala hal yang jahat. Karena Dia adalah penyelamat kita. Tidak ada seorangpun dan siapapun yang bisa menggantikanNya.
SELAMAT PASKAH 2015
GBU .....
30 Maret 2015
JESUS YOU ARE MY LORD
( English Version )
( Indonesian
Version )
Jesus You are my Lord Yesus Kau Allahku
Jesus You are my everything Kau
segalanya bagiku
Jesus You are my Lord Yesus Kau Allahku
You are all to me Hanya Kau satu
And I say ….. Katakan …..
Jesus You are my God Yesus Kau Tuhanku
Jesus You are my everything Kau
segalanya bagiku
Jesus You are my God Yesus Kau Tuhanku
I give You my all Kub’ri hatiku
Reff : (2x)
And i will worship You Dan
ku menyembahMu
And i will lift to up Dan
ku tinggikanMu
And I will sing to you Dan
ku puji namaMu
Of Your majesty Besar
atasku
By : Cathie Clancy
26 Februari 2015
JANGAN MALU
JANGAN MALU …..
UNTUK SELALU BERGANTUNG KEPADA TUHAN
KARENA DUNIA …..
TIDAK BISA MEMBERIKANMU JAMINAN
TUHAN TIDAK MEMPERHITUNGKAN
BESAR-KECILNYA MASALAHMU
SEMUA ITU …..
DIPIKIRKANNYA UNTUK KEBAIKANMU
2 Februari 2015
INVESTASI
Jika kita berinvestasi berarti kita menanam modal berharga untuk dikelola menjadi sesuatu hal yang menguntungkan, baik itu berupa materi maupun hal finansial. Dibalik itu tentunya kita tidak menginginkan apa yang sudah kita tanamkan tersebut berakhir dengan kehancuran alias kita mengalami kerugian. Jika itu yang terjadi, mungkin kita akan kesal bahkan marah, entah itu pada diri sendiri atau kepada orang lain. Setelah sekian lama dengan segala daya dan upaya yang sudah kita lakukan tiba-tiba lenyap dalam sekejap atau perlahan berakhir sirna.
Tidak ada seorangpun di dunia ini yang menginginkan kerugian. Tidak ada segala jerih payah yang dilakukan hanya untuk kesia-siaan belaka. Tapi pernahkan kita sebagai manusia memandang Allah dengan segala hal yang telah diperbuatNya ? berapa banyak investasi Allah di dunia ini yang telah dirusak dan dihancurkan oleh manusia mungkin juga termasuk kita di dalamnya ? Banjir, Tanah Longsor sampai Kebakaran Hutan adalah beberapa dampak dari pengrusakan atau penghancuran investasi kebaikan yang sudah Allah tanamkan bagi dunia ini. Tapi Allah tidak pernah merasa rugi apalagi menyesal. Pekerjaan tanganNya tiada batas. dengan kasihNya Ia terus berkarya dan tidak pernah berhenti sampai akhir zaman. Semua itu dilakukan hanya semata untuk kemuliaan namaNya. Tugas kita sebagai penghuni alam semesta ini adalah selalu menjaga serta memelihara apa yang sudah Allah perbuat. Mengasihi sesama beserta mahluk ciptaannya juga turut melestarikan alam serta merawat keberadaannya adalah bentuk sujud syukur dan terimakasih kita kepada Dia, Sang penguasa semesta.
11 Januari 2015
SALAM
Seorang ibu tua
duduk dengan manis mengikuti ibadah perayaan Natal di gereja kecil-nya. Ia datang jauh-jauh dari tempat tinggalnya diluar kota. Karena agak terlambat ia akhirnya
duduk diluar gedung sebab di dalam sudah penuh sesak oleh pengunjung. Bersama
seorang anaknya ia asyik mendengarkan khotbah serta menyaksikan acara demi
acara yang dipentaskan oleh para pengisi acara hanya melalui sebuah layar
televisi kecil di dinding luar gedung. Ketika acara berakhir, si ibu ingin
sekali bersalaman dengan pak pendeta untuk mengucapkan selamat natal tapi karena kesulitan dalam melangkah
akibat penyakit osteoporosis yang dideritanya, maka ia hanya pasrah diam di
tempat duduknya untuk tidak bersalaman. Mungkin pikir ibu itu nanti pak pendeta juga
bakalan keluar melintas di depannya sehingga kesempatan itu bisa diraihnya. Waktu terus berjalan tapi pak pendeta tak kunjung muncul juga. Rupanya ia terlalu
sibuk di dalam ruangan melayani salam para jemaat yang hadir.
Si anak ibu itu akhirnya merasa kasihan dan tidak tega melihat keinginan
ibunya yang belum puas rasanya untuk pulang sebelum bersalaman "Selamat Natal" dengan pak pendeta. Akhirnya anak itu sedikit memaksa ibunya untuk masuk ke dalam ruang
kebaktian ketika pengunjung sudah sedikit berkurang.
Walau hanya bisa sampai di sebelah pintu masuk saja, ibu itu segera meletakkan tongkat
penyanggah tubuhnya kemudian duduk di deretan kursi paling belakang, ..sudah cukup jarak untuk bisa sampai meraik tangan pak pendeta, pikirnya. Lagi-lagi ibu
tua itu dengan sabar menunggu mencari waktu yang tepat sambil berharap untuk
bisa mengambil kesempatan gantian giliran bersalaman dengan pak pendeta.
Ibu
tua itu merupakan jemaat setia di gerejanya. Sudah puluhan tahun ia bersama
keluarganya mengarungi dinamika kehidupan kerohanian bersama para jemaat dengan
berbagai kesan suka maupun duka. Kali ini ketika faktor usia dan kesehatan
tidak memungkinkan lagi untuk bergerak lebih leluasa, akhirnya ibu itu hanya bisa berharap saja. Rupanya sang pendeta tetap sibuk dengan urusannya. Ia terlihat asyik dengan jemaat
lainnya di barisan kursi depan hanya sekedar bertegur-sapa dan berfoto ria. Padahal sangat tidak mungkin bagi sang
pendeta itu untuk tidak mengenal
si ibu yang oleh hampir semua jemaat mengenalnya. Sejurus kemudian pak pendeta itu mondar mandir, bahkan
ibu itu dilewatinya berkali-kali dihadapannya. Tapi si ibu tidak mau menyapanya
karena perasaan sedih terlanjur menggodanya untuk menjadi terdiam sampai akhirnya si
pendeta pulang menghilang ditelan kesibukan malam meninggalkan gedung gereja. Ibu itu akhirnya tertunduk lesu sambil berdoa dalam hatinya kemudian berjalan pulang
bersama keluarganya dengan meninggalkan satu catatan penting dalam pikirannya tentang
hal melayani penuh kasih dan kerendahan hati.
Refleksi :
Kisah tersebut di
atas mungkin bagi beberapa pembaca hanya merupakan hal sepele, tapi sebenarnya
tidaklah demikian. Kita semua
menginginkan kehidupan rohani yang menyejukkan. Peduli dan saling mengasihi. Kita semua akan beranjak tua. Kelak ketika kita tua nanti, kita ingin sekali diperhatikan. Dimaklumi jika pak pendeta itu tidak (mau) melihatnya atau barangkali sudah lupa hingga tercipta kesan orang lanjut usia tidak begitu penting, hanya menyulitkan saja. Baginya lebih enjoy
pada jemaat-jemaat pilihan hatinya yang mungkin dikenal lebih dekat. Apakah itu
yang kita harapkan dari seorang hamba Tuhan yang tugasnya melayani atas dasar
kasih ? Semoga saja tidak.
22 Desember 2014
NATALAN POCI 2014
Tahun lalu perayaan natal Poci dilaksanakan
tepat pada malam natal dan itu merupakan pertama kalinya, tapi kali ini kembali
seperti semula dan ditetapkan pada hari Minggu, tanggal 21 Desember 2014. Perayaan natal
tahun ini luar biasa jumlah pengunjungnya karena dipenuhi dengan jemaat baru
dan para simpatisan yang ingin turut bersukacita. Terhitung jumlah pengunjung
kebaktian natal Poci 2014 kurang lebih 275 orang sudah termasuk anak-anak.
Tidak bisa dipungkiri, Itu merupakan prestasi
atau kemajuan yang patut kita syukuri bersama berkat pertolongan Tuhan
yang menjadikan Poci telah memiliki gedung ibadah yang lebih baik dan lebih
besar hingga dapat menampung lebih banyak jemaat serta menambah minat, antusias serta kerinduan orang-orang yang ingin beribadah terutama dari daerah sekitar terdekat. Kalau melihat sisi acara sebenarnya tidak
ada yang special namun ada sesuatu yang baru yaitu penampilan tarian balet
bernuansa natal yang dilakukan oleh anak sekolah minggu. Mungkin tema natalnya
yang dapat dibilang special yaitu tentang keluarga atau lebih tepatnya : “Berjumpa Dengan Allah Dalam Keluarga.” Melalui tema natal
kali ini hendak menekankan pada kita bahwa kehadiran keluarga yang bersyukur
dan saling mengasihi serta menopang sangat penting hingga kemuliaan Tuhan nyata
dalam hidup kita. Karena Yesus pun datang ke dunia melalui kehadiran sebuah
keluarga Maria dan Yusuf, juga Allah yang menganggap kita mahluk ciptaanNya
sebagai anak yang memiliki hubungat sangat dekat dengaNya hingga kita berhak memanggilNya dengan sebutan Bapa. Sebuah makna indah
yang kadang terlupakan padahal moment itu kita rayakan dengan kegembiraan
setiap tahun.
Langganan:
Postingan (Atom)






