26 Desember 2017

NATALAN POCI 2017

   Acara perayaan natal GKI Kwitang Pos Cililitan jatuh pada hari Sabtu, tanggal 24 Desember 2017. Tema yang diangkat dalam ibadah malam natal tersebut adalah: "Sukacita Untuk Seluruh Bangsa." Bapak pendeta Herbert Simanjuntak yang bertugas memberikan khotbah menekankan bahwa sebagai manusia kita hendaknya mampu mewujudkan makna sukacita yang dalam seperti yang terpancar dari peristiwa kelahiran bayi Yesus di kota Betlehem. Banyak cara yang bisa dilakukan sebagai bentuk perwujudan sukacita kita kepada siapapun, baik kepada saudara, teman, anak, orangtua bahkan kepada bangsa dan negara.
   Ketua panita natal yang juga penatua Poci dalam kata sambutannya telah memberikan ruang seluas-luasnya kepada para remaja untuk terlibat penuh di acara perayaan natal kali ini, juga diharapkan untuk acara-acara lain kedepannya. Karena peranan remaja sangat penting sebagai bagian dari alih generasi yang sudah saatnya bergulir di lingkungan gereja Poci. Karena diantara mereka jugalah yang mungkin nantinya akan memegang tongkat estafet dalam berbagai bentuk pelayanan yang ada di GKI Kwitang Pos Cililitan ini.


SELAMAT NATAL 2017
TUHAN YESUS MEMBERKATI

15 Desember 2017

POHON NATAL DARI BAHAN PLASTIK KRESEK

   Dalam menyambut kelahiran Tuhan Yesus tahun 2017 ini, GKI Kwitang Pos Cililitan selalu mempersiapkan pohon natal yang biasanya mengacu pada rencana yang telah ditentukan oleh GKI pusat. Nah, kali ini sebuah pohon natal yang terbuat dari plastik kresek adalah tema utamanya sebagai bagian dalam menggalakkan pemanfaatan limbah atau sampah yang sulit untuk didaur ulang. Dibutuhkan kesabaran dan kerjasama untuk membuatnya. Untuk itu para remaja wanita dan kaum ibu GKI Poci terlibat didalamnya. 
   Cara pembuatan pohon natal dari plastik kresek tergolong sederhana dan mudah bila dipelajari. Dari setiap plastik kresek itu dapat dibentuk menjadi semacam bunga mawar berwarna-warni mengikuti warna dasar plastik kresek tersebut. Bila sudah diperoleh bentuk yang diinginkan, kemudian satu-persatu mawar plastik yang sudah jadi tersebut dilekatkan ke media berbentuk pohon natal yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Satu-persatu bunga dari plastik kresek disusun sesuai keinginan dan selera pembuatnya dalam menentukan motif warna secara keseluruhan dari pohon natal tersebut. Dibutuhkan ratusan bahkan ribuan bentuk mawar plastik yang sudah jadi untuk sebuah pohon natal setinggi dua sampai tiga meter.
   Plastik kresek yang digunakan pun bisa dari bahan plastik yang masih baru maupun dari plastik kresek bekas (Sudah dibersihkan) yang tentunya lebih hemat karena tidak lagi mengeluarkan biaya untuk memprolehnya. Bila penempatan dan pengaturan warnanya tepat maka akan didapati sebuah bentuk pohon natal yang semarak, indah dan menawan.

23 Oktober 2017

LAGU ROHANI LAWAS

.....................................
Kali ini Tuhan, ku mau iring Tuhan
Memikul salibMu dengan sejuta harapan
Dunia kutinggalkan, dunia kulupakan
Ku mau ikut bersamaMu Tuhan

..............................
Berseru, memanggil namaNya
Berdoa Dia 'kan seg'ra menghampiri diriMu
Percaya Yesus tak jauh darimu
Dia hanya sejauh doa



Kalimat di atas adalah reffrein atau penggalan lirik dari dua buah lagu rohani yang cukup terkenal di era 80-90an. Lagu-lagu tersebut baru saja dinyanyikan pada kebaktian GKI Poci di hari minggu kemarin. Yang membawakannya adalah kak Sabar dan kak Firman, mantan anggota pemuda Poci jaman dahulu. Mendengarnya seperti membuka kembali memori masa lalu, apalagi lagu tersebut dibawakan dengan baik hingga banyak jemaat yang ikut bernyanyi kecil dan meneteskan air mata. Kebanyakan dari mereka terkenang saat masa-masa indah di gereja kala usia muda. Memang kedua lagu itu adalah contoh dari banyak lagu rohani kristen tempo dulu yang kini sudah sangat jarang dinyanyikan sebagai pujian gerejawi. Padahal liriknya indah dan bagus-bagus ditambah iramanya yang cukup simpel dan enak didengar. Mungkin anak-anak jaman sekarang sudah tidak mengenalnya, mereka biasanya hanya ingat lagu-lagu rohani populer dari kaset maupun CD yang pernah mereka dengar, atau hanya sebatas lagu-lagu pendek yang biasa diajarkan di sekolah minggu saja. Tapi begitulah adanya, hanya angkatan yang pernah melewati masa lalu tersebut yang akan tertarik untuk membawakan kembali lagu-lagu rohani lawas yang pernah berjaya di zamannya.

23 Agustus 2017

RETREAT REMAJA 2017

Bertepatan dengan akhir liburan sekolah, pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 15-16 Juli 2017 yang lalu komisi remaja GKI Kwitang Pos Cililitan mengadakan kegiatan retreat. Cukup banyak peserta yang berpartisipasi dalam mengapresiasi acara tersebut walau masih ada juga beberapa orang yang tidak bisa ikut atau berhalangan hadir karena sesuatu dan lain hal. Agenda retreat remaja tersebut mengambil tema "Pasti Dekat Karena Tuhan" atau disingkat PDKT. Kegiatan outdor remaja kali ini berlangsung di Pondok Remaja PGI Puncak dan acaranya pun berlangsung sukses. Semoga menjadi berkat. Amin

13 Agustus 2017

GEREJAKU


Tempat aku bertumbuh
Dalam iman yang teguh
Mulai dari sekolah minggu
Sampai usiaku sepuh

Di tempat ini aku beribadah
Untuk mengenal Tuhan yang kusembah
Pada akhir pekan yang indah
Kuterima berkat, kasih dan anugerah

Allah selalu hadir disini
Melalui khotbah dan nyanyian rohani
Walau jalanNya tak terselami
Tapi janjiNya pasti digenapi





Oleh : MENARA PUISI

6 Agustus 2017

38 TAHUN PELAYANAN

Hari ini GKI Kwitang Pos Cililitan baru saja melangsungkan perayaan bersejarah dalam rangka hari jadinya yang ke-38. Acara yang baru pertama kalinya diadakan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan waktu ibadah umum minggu pagi. Kebaktian HUT Poci yang mengambil tema khusus "Bela Rasa" mencoba merefleksikan kembali semangat, peran serta dan kepedulian dari seluruh jemaat dalam menjalani dinamika pelayanan rohani yang sudah mencapai usia 38 tahun. Waktu yang tidak pendek, tetapi cukup untuk membawa harapan dan perubahan berarti dalam mewujudkan cita-cita dan keinginan dari seluruh jemaat ke arah bentuk pelayanan yang mandiri dan dewasa dalam iman dan kasih. Tentunya semua itu tidak lepas dari doa dan campur tangan kebaikan Tuhan. Karena bagiNya tidak ada yang mustahil jika kita sungguh-sunggu yakin dan percaya pada pertolonganNya yang selalu tepat dan indah pada waktunya.

4 Agustus 2017

TERIMAKASIH

Selama ini Jemaat Poci hanya mengenal tiga sosok yang bertanggungjawab terhadap pemeliharaan gereja baik itu secara fisik maupun non fisik. Tapi mungkin hanya Bapak Petrus (Alm) dan Saudara Apun saja panggilan akrabnya, yang hanya diingat oleh sebagian besar jemaat Poci. Tapi jauh sebelum mereka, sebenarnya masih ada satu lagi petugas dan penjaga gereja Poci di era tahun 80an, namanya Bang Mahmud juga panggilan akrabnya tetapi Gereja Poci tidak memiliki dokumentasi foto beliau. Kalau anak-anak muda Poci angkatan pada masa itu tentu sangat mengenalnya karena beliau juga bergaul akrab dengan para pemuda maupun remajanya. Keberadaan mereka semua tentu sangat penting dan berjasa terhadap kebaikan wajah gereja disamping juga mempersiapkan segala keperluan yang menyangkut pelaksanaan ibadah dan rumah tangga gereja secara rutin.


 Terimakasih