23 Mei 2018

BERTEKUN DALAM DOA


   Doa bisa dikatakan juga sebagai nafas kehidupan bagi orang kristen, karena dengan berdoa berarti manusia menjalin hubungan atau berkomunikasi langsung secara pribadi kepada Tuhan. Memang, sesungguhnya tanpa Tuhan hidup manusia itu terasa hampa tak berarti.
   Melalui doa kita dimampukan untuk menyampaikan segala hal yang ada hati kita kepada Tuhan. Seperti sedang berbincang, maka kita dapat menyampaikan pergumulan-pergumulan hidup kita. Tidak hanya berisi permohonan, tetapi juga bisa berupa pujian atas pertolongan dan pernyetaanNya.
   Kita juga perlu mengetahui bahwa doa dapat merubah keputusan Tuhan atas segala sesuatu, yang tadinya marah menjadi sabar, sedih menjadi sukacita atau bahkan dendam menjadi mengampuni.
   Seperti halnya dengan Musa yang bergumul dengan tekun dalam doanya. Ia memohon agar Tuhan tetap menunjukkan kasihNya kepada bangsa Israel. Akhirnya Tuhan pun mengurungkan niatnya untuk membuat malapetaka serta meminta semua umatNya untuk selalu menyampaikan berita kebenaran. Karena itu, mari kita bertekun selalu dalam doa. Amin

10 Mei 2018

RENUNGAN HARI KENAIKAN TUHAN YESUS

   Jika Yesus tidak naik ke surga, maka sia-sialah kebangkitanNya dari kematian. Sebab apalah arti bangkit tanpa naik ke surga? Adalah sebuah sukacita dan berkat besar jika Yesus naik ke surga, mengapa demikian? Karena Yesus telah mengawali langkah manusia untuk turut naik ke surga.
   Yesus datang bukan dari dunia, melainkan dari surga. Itu sebabnya Ia kembali ke asalnya yaitu surga. Yesus adalah sungguh Anak Allah sehingga tidak dapat dibandingkan dengan siapa dan apapun di dunia. Malaikat sekalipun jauh di bawah Yesus, karena keberadaan malaikat bukan kerena diperanakkan, bahkan semua malaikat Allah harus menyembah Dia.
   Saat ini Yesus berada di sebelah kanan Allah Bapa, sebagai pertanda segala kuasa telah dilimpahkan Allah kepadaNya. Yesus yang kita percayai dan sembah itu adalah Penguasa atas dunia ini sehingga semua mahluk harus bertekuk lutut kepadaNya.
   Kenaikan Yesus ke surga menunjukkan bahwa Ia benar Raja, Penguasa dan Penentu dalam segala hal. Sesungguhnya adalah tidak patut jika masih saja ada orang kristen yang ragu terhadap ke-Allah-an Yesus, ke-Mahakuasa-an Yesus, sehingga masih mendua hati dalam hidup ini.
   Ingatlah, hidup kita harus mengarah ke surga, untuk itu jangan pernah percaya terhadap kekuatan apapun dalam hidup kita selain hanya kepada Yesus. (Ibrani 1 : 5-13)
Amin...

SELAMAT HARI RAYA KENAIKAN TUHAN YESUS KE SURGA


Oleh : Pdt. Lundu HM Simanjuntak

26 April 2018

BILUR-BILURNYA

Ketika Tuhan berkorban bagi dunia
Bekas luka ditubuhNya jelas nyata
Seolah itulah penyakit yang ada pada kita
Telah ditebus lewat peneritaanNya

Dosa membuat manusia lupa
Pada kebaikan dari Sang Pencipta
Hingga rasa sakit itu terus mendera
Bilur-bilurNya membasuh harapan dalam doa

Kesembuhan adalah pemberianNya
Pada yang setia mengasihiNya
Walau tak selamanya Ia mengizinkan
Tapi firmanNya selalu menguatkan












Oleh : MENARA PUISI

8 April 2018

HATI YANG GEMBIRA ADALAH OBAT

   Amsal 17:22 mengatakan: "Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang."
   Ketika kegelisahan, kesepian dan ketakutan menghantui hidup kita, maka tubuh kita akan di liputi rasa cemas yang bisa berujung pada stress. Keadaan ini akan mempengaruhi pola hidup kita menjadi tidak berjalan sebagaimana mestinya. Bebagai penyakit akan datang tanpa kita sadari jika kita membiarkan keadaan tersebut terjadi terus menerus dalam kehidupan kita.

   Karena itu sukacita sebagai bentuk perwujudan dari hati yang gembira merupakan ekspresi yang harus keluar dari hati, yang dapat menjaga pikiran kita untuk tetap fokus memancarkan energi positif dalam memandang segala sesuatu. Ketika kita terbaring sakit, lemah dan tak berdaya, ketika obat yang kita minum sudah tidak lagi memberikan dampak yang cukup signifikan bagi pemulihan tubuh kita, maka bersukacita di dalam Tuhan merupakan cara terbaik dalam menemukan jalan keluar menuju kesembuhan. Cara ampuh ini tidak akan memberikan solusi yang diharapkan tanpa disertai dengan doa serta semangat yang kuat untuk mau dan terus berjuang, berjalan bersama dengan Tuhan dalam setiap momen kehidupan kita sepahit dan seberat apapun beban yang kita pikul itu.

Ayat Alkitab:

(Filipi 4:4) "Bersukacitalah senantiasa dalan Tuhan! Sekali lagi kukatakan: bersukacitalah!"
(Roma 12:12) "Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa."
     
Lagu:

HATI YANG GEMBIRA

Hati yang gembira adalah obat
S'perti obat hati yang senang
Tapi semangat yang patah keringkan tulang
Hati yang gembira Tuhan senang

31 Maret 2018

RENUNGAN PASKAH


   Saat Yesus akan mati, Dia mengeluarkan perkataan yang singkat: "Sudah selesai." Ya, Yesus sudah menyelesaikan tugasnya untuk menebus dosa manusia dan menyelamatkan manusia agar terbebas dari hukuman. Yesus rela menderita, disalibkan, mati dan dikuburkan. Yesus rela menanggung semua penderitaan yang seharusnya ditimpakan kepada manusia.
   Yang dilakukan Yesus atas manusia adalah sebuah karya penyelamatan yang memiliki nilai pengorbanan yang sangat besar. Semua itu bisa terjadi karena Allah sungguh mengasihi manusia. Mari arahkanlah pandangan kita kepada salib dan tataplah dengan seksama, maka kita melihat dibalik salib ada kehidupan dan keselamatan. (Yohanes 19: 28-37)

***

   Waktu kepala pasukan yang berdiri berhadapan dengan Dia melihat mati-Nya demikian, berkatalah ia: "Sungguh orang ini adalah Anak Allah!"
   Kematian Yesus ternyata tidak hanya membuat murid-muridnya bersedih dan berkabung, duniapun seakan turut berkabung selama 3 jam menjadi gelap gulita (Pukul 12.00-15.00). Melihat itupun kepala pasukan tanpa disadari telah memberi kesaksian dan berkata: "Sungguh, orang ini adalah Anak Allah."
   Sebutan Anak Allah berarti ada pengakuan bahwa Yesus datang dari sorga dan bukan dunia. Sekarang Ia sudah kembali ke sorga.
   Ingatlah kematian Yesus telah menjadikan semua orang berdosa menerima keselamatan dan berhak untuk didudukkan di sorga kelak. (Markus 15 : 39)

***

   Yesus yang telah disalibkan, mati dan dikuburkan itu, telah dibangkitkan Allah pada hari ketiga, bahkan Ia menampakkan diri kepada para muridnya yang pernah makan dan minum bersama Yesus.
   Untuk itu mereka mendapatkan tugas untuk memberitakan kepada seluruh bangsa bahwa Yesus akan menjadi hakim atas orang yang hidup dan mati.
   Demikian pula semua bangsa diminta untuk bersaksi dan menegaskan bahwa setiap orang yang percaya kepadaNya akan mendapatkan keampunan dosa dan keselamatan. (Kis 10:39-43)

***

   Yesus telah bangkit dan telah menang, semua kuasa kegelapan dan kuasa dunia telah ditakhlukkanNya. KebangkitaNya telah mengoyakkan kain perkabungan yang diselubungkan kepada semua bangsa dan tudung yang ditudungkan kepada semua bangsa.
   KebangkitanNya juga telah mematikan kuasa maut dan menghapuskan air mata penderitaan dan aib umatNya akan dijauhkanNya dari umatNya. Semua orang akan berkata: "Sesungguhnya, inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan itu, yang telah menyelamatkan kita. Mari kita sambut dengan sorak sukacita kemenangan," (Yesaya 25:6-9)



Oleh: Pdt. Lundu HM Simanjuntak

5 Februari 2018

LAGU "DOA BAPA KAMI" GKI

Gereja yang memiliki naungan di bawah GKI (Gereja Kristen Indonesia) sudah menggunakan prosesi kebaktian dengan mengucapkan "Doa Bapa Kami" yang dilantunkan atau dinyanyikan. Bagi jemaat yang sudah hafal dan tahu cara menyanyikannya dengan irama yang tepat, dibawah ini terdapat kunci atau akord pengiring dari lagu tersebut, sebagai berikut :


Versi Lagu : Juswantori Ichwan

2 Januari 2018

TAHUN BARUAN 2018 POCI


   31 Desember adalah momen yang paling ditunggu-tunggu oleh banyak orang, karena malamnya merupakan pergantian tahun dimana kalender Masehi bergulir ke tahun yang baru yaitu tahun 2018. Rangkaian waktu menuju saat tersebut dimanfaatkan oleh GKI Kwitang Pos Cililitan untuk beribadah kepada Tuhan sekaligus berbagi sukacita bersama jemaat. Ibadah malam pergantian tahun mengambil tema "Titik Antara Penuh Makna" yang merupakan refleksi dari evaluasi terhadap diri sendiri serta interospeksi pada setiap pribadi untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi dengan belajar dari kesalahan dan kegagalan yang dialami sebelumnya. Tentunya hal tersebut harus melalui sebuah proses yang mungkin tidak mudah dan pentingnya penyertaan Tuhan dalam setiap langkah hidup yang akan kita jalani di tahun yang baru ini.
   Jemaat yang hadir cukup banyak. Ini membuktikan antusiaisme mereka dalam menyambut malam pergantian tahun dengan kegiatan yang menyenangkan hati Tuhan. Kebaktian dipimpin oleh Pdt. Guruh Jatmiko Septavianus. Seperti juga tahun sebelumnya, acara tersebut diakhiri dengan pembagian door prize yang pastinya selalu dinantikan oleh seluruh jemaat yang hadir sehingga puncak acara menjadi penuh dengan kemeriahan.
   Satu hari sebelum malam pergantian tahun, GKI Poci juga melakukan kunjungan kasih ke rumah Bpk Pdt Emiritus Hendra Gosana yang sedang sakit. Kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian Poci untuk berbagi kasih dan sukacita natal serta tahun baru kepada Pak Hendra dan Ibu Ani Gosana. Semoga mereka diberikan kesembuhan dan kekuatan oleh Tuhan Yesus. Amin



SELAMAT TAHUN BARU 2018