19 November 2013

IKUTI ATURAN MAIN

   Manusia menciptakan kendaraan berupa kereta api untuk kehidupan. Kereta api digunakan untuk mempermudah manusia dalam menempuh perjalanan terutama yang berjarak jauh. Agar Kereta api dapat bergerak mengikuti arah tujuan, maka ia harus berjalan diatas rel yang benar, tidak rusak dan tidak putus. Satu masalah kecil saja timbul sehubungan dengan jalur dan kondisi rel yang tidak sebagaimana mestinya dapat berakibat fatal.
   Kehidupan manusia dihadapkan pada banyak tujuan. Kita bebas memilihnya sesuai dengan apa yang kita yakini. Jika kita mengaku dan memilih berjalan dalam Tuhan, maka sudah semestinya kita taat. Tuhan mengajak kita untuk berjalan ke arah yang sudah Ia tetapkan. Ia-pun menunjukkan banyak cara untuk kita lakukan agar kehidupan kita menjadi lebih baik, tidak celaka dan tidak tersesat bahkan disertai dengan buku panduannya (Alkitab) agar kita mengerti dan memahaminya.
   Di masa lalu kita mungkin pernah mengalami kejatuhan akibat ulah kita sendiri hingga hidup kita terasa kelam dan hancur. Karena kebaikan Tuhan, kita telah diubahkan menjadi seperti yang Ia inginkan. Dan jalan Tuhan pasti adalah jalan yang terbaik. Dalam pertobatan, Ia memulihkan hidup kita. Ia memberikan kepada kita pekerjaan yang baik, keluarga yang menyayangi dan teman yang mau menolong. Tapi kadang kita masih juga tidak puas dan tidak bersyukur. Kita tidak bersabar dan tidak mau mengikuti aturan main yang sudah Tuhan tentukan. Kita masih suka menoleh ke belakang, sibuk dengan 'urusan' kita sendiri dan mencoba kembali untuk mencuri-curi kehidupan lama kita. Akibatnya kita keluar jalur atau merusak rel yang Tuhan sudah buat. Mungkin saja tanpa kita sadari sebenarnya rel itu telah terputus. Kita menantang Tuhan dan semakin jauh meninggalkan Dia.
   Apakah kita mau bermain-main dengan masa lalu kita, dengan hal-hal kecil yang beresiko menghancurkan kembali hidup kita? Apakah kita masih mau memegang komitmen kita pada waktu kita mengaku bertobat? Keputusan pun pada akhirnya ada di tangan kita.          

Tidak ada komentar:

Posting Komentar