28 September 2014

SI PENGELUH

   Berawal dari sebuah kisah seorang yang suka mengeluh. Hampir setiap hari ada saja yang dikeluhkan, mulai dari tempat tinggal, pekerjaan, makanan, cuaca dan lain-lain. Setiap kali ia bertemu dengan siapa saja dimanapun ceritanya selalu tentang keluhan belaka, hingga akhirnya masyarakat pun bosan dan lama-kelamaan tidak ada satupun orang yang menyukainya. Akhir cerita ia pindah dan tinggal di sebuah rumah dalam keterasingan tanpa tetangga dan teman.
   Kisah tersebut adalah cerita yang biasa-biasa saja, tapi sebenarnya ada hal yang menarik untuk kita sikapi. Hanya karena kebiasaan mengeluh, seseorang bisa kehilangan hubungan sosial dengan sekitarnya. Masyarakat sebal dengan orang tersebut kemudian secara tidak langsung mengusir dan meninggalkannya.
   Sama halnya dengan bangsa Israel seperti cerita di dalam Alkitab. Banyak hal yang dikeluhkan (mereka bersungut-sungut) sepanjang perjalanan mereka ke tanah yang telah dijanjikan oleh Tuhan. Padahal terbukti penyertaan Tuhan dalam kehidupan mereka tidak sia-sia. Mulai dari peristiwa "Laut terbelah" sampai ketersediaan "Manna" yang semuanya itu adalah bukti pertolongan Tuhan yang tidak pernah meninggalkan bangsa Israel. Sebenarnya bisa saja Allah juga bosan dengan hal itu tapi Allah penuh kasih dan setia pada umat pilihanNya itu.
   Kita juga terkadang mengeluh dalam beberapa hal kepadaNya, tapi apakah pernah kita sadar jika kita dapat menjalani kehidupan kita mulai dari bangun pagi sampai kita terlelap di malam hari adalah bukti penyertaan Tuhan ? Tuhan bekerja dalam setiap waktu yang kita habiskan. Sudah sepatutnya kita bersyukur atas segala yang telah ia berikan. Walaupun kita sering komplain bahkan protes kepadaNya, tapi Dia tidak pernah bosan dan tidak sedetikpun kita ditinggalkanNya jika kita percaya dan tetap setia dalam pengharapan.

Intisari khotbah Poci
Minggu 28 September 2014, Jam 10.00 WIB 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar